PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP M Djamil Padang pada Jumat (8/5) untuk menjenguk Shena Celin Dipraja (3), balita asal Nagari Surian, Kabupaten Solok, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya. Dalam kunjungan tersebut, Andre menyerahkan bantuan dana pengobatan sebesar Rp 10 juta dan membantu pengurusan iuran BPJS Kesehatan selama satu tahun. Ia juga berkoordinasi dengan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Peristiwa ini bermula dari dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Celin saat dalam perjalanan pulang menggunakan bus pada Kamis (30/4) lalu.
Kunjungan Andre Rosiade ke PICU RSUP M Djamil
Suasana haru menyelimuti ruang perawatan intensif ketika Andre tiba. Ia datang bersama Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas. Di sana, ia bertemu langsung dengan ibu korban, Septi Tohyana (38), yang tak mampu menahan tangis saat menerima bantuan. Wanita asal Banyumas itu sempat hendak bersujud di hadapan Andre sebagai ungkapan syukur, namun langsung dibantu berdiri kembali oleh rombongan yang mendampingi.
Andre mengaku mendapat informasi mengenai kasus ini dari laporan warga. Ia segera menghubungi Bupati Solok agar turun tangan. “Kami mendapatkan informasi adanya anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga oleh ayah tirinya. Kami langsung menghubungi Bupati Solok Jon Firman Pandu agar turut membantu penanganan korban yang kini dirawat di PICU RSUP M Djamil. Sebelumnya korban sempat dirawat di RSUD Solok lalu dirujuk ke Padang,” kata Andre dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap sepele. “Kami percaya pihak RSUP M Djamil sangat serius menangani kasus ini. Semoga korban segera pulih dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Respons Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit
Bupati Solok, Jon Pandu, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mendukung proses pengobatan balita yang lahir di Kota Bogor, Jawa Barat itu. “Insya Allah Pemkab Solok sejak awal juga sudah membantu sejak dirawat di RSUD Solok. Kami juga terus memantau perkembangannya meski sudah di Padang dan kasus kekerasan ini juga akan terus dipantau,” kata Jon Pandu di balik telepon.
Sementara itu, Dovy Djanas memastikan tim dokter telah memberikan penanganan maksimal sejak Celin pertama kali dirujuk dari Solok. “Tim dokter akan memberikan pelayanan dan penanganan terbaik. Sejak dirujuk dari Solok, pasien langsung dirawat di PICU. Mohon doa masyarakat untuk kesembuhan ananda Sherlyn,” jelasnya.
Kronologi Dugaan Penganiayaan di Dalam Bus
Kasus ini bermula saat korban dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, menggunakan bus pada Kamis (30/4). Di hadapan ibu kandungnya, Celin diduga mengalami penganiayaan oleh ayah tirinya. Berdasarkan informasi yang berkembang, pelaku beberapa kali menampar korban hingga balita tersebut menangis histeris di dalam bus. Ironisnya, pelaku berdalih bahwa tindakan itu dilakukan untuk ‘mengobati’ korban dari pengaruh santet.
Peristiwa ini memicu keprihatinan luas di masyarakat. Aparat Polres Solok bergerak cepat dan menangkap terduga pelaku, Putra Rahmadani (34), pada Kamis (7/5) atas dugaan penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur. Sementara itu, ayah kandung korban, Ahmad Sobari, dikabarkan sedang menuju Sumatera Barat dari Pulau Jawa dan meminta agar anaknya dirawat di RSCM Jakarta.
Apresiasi untuk Pelayanan RSUP M Djamil
Dalam kesempatan yang sama, Andre juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan RSUP M Djamil Padang yang tetap mengutamakan keselamatan pasien meskipun sebagian masyarakat datang tanpa jaminan pembiayaan atau BPJS Kesehatan. “Saya melihat sendiri banyak pasien yang membutuhkan bantuan meski tidak memiliki BPJS ataupun jaminan pembayaran. Alhamdulillah, RSUP M Djamil bergerak cepat melayani pasien tanpa terlebih dahulu mempersoalkan biaya,” ujar Andre.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang patut dipertahankan oleh rumah sakit pemerintah. “Saya sebagai wakil masyarakat Sumatera Barat sangat mengapresiasi langkah RSUP M Djamil yang lebih mengedepankan kemanusiaan dibanding persoalan pembiayaan. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Menanggapi hal itu, Dovy menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan terus memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan latar belakang ekonomi pasien. “Prinsip kami adalah menyelamatkan pasien terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan akan dicarikan solusi bersama sesuai aturan yang berlaku,” ujar Dovy.
Sementara itu, Septi, ibu korban, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih Pak Andre Rosiade atas bantuannya. Uang ini akan saya gunakan untuk pengobatan dan kesembuhan anak saya,” katanya sambil menangis haru.
Artikel Terkait
PGN Terapkan Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna
PPIH Pastikan Fasilitas Mencuci dan Menjemur Pakaian Jamaah Haji di Hotel Makkah Terpenuhi
Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Selaraskan Riset dengan Kebutuhan Daerah
Prabowo Bernyanyi Bersama Anak-Anak di SMKN 2 Talaud, Pulau Miangas