PARADAPOS.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa kebutuhan fasilitas mencuci dan menjemur pakaian bagi jamaah calon haji Indonesia di hotel-hotel Makkah telah terpenuhi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap aturan larangan menjemur di atap gedung yang diberlakukan oleh otor setempat. Kepala Seksi Layanan Akomodasi Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Suryo Panilih, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak syarikah dan manajemen hotel untuk menyediakan lokasi alternatif.
Solusi Alternatif untuk Penjemuran
Suryo Panilih menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi kebijakan baru tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mencarikan solusi tempat pengganti, di antaranya memanfaatkan lantai servis (S) atau lantai R bagi hotel-hotel yang memang belum memiliki fasilitas tersebut,” ujarnya di Makkah, Sabtu.
Bagi hotel yang sebelumnya sudah memiliki lokasi khusus penjemuran di atap, aktivitas jamaah akan dipindahkan ke area baru yang telah disiapkan. Sementara itu, untuk hotel yang belum memiliki fasilitas serupa, pihak pengelola tengah menyiapkan area khusus yang dilengkapi dengan drainase pembuangan air. Proses pengerjaan area baru ini diperkirakan memakan waktu satu hingga tiga hari, dan PPIH terus memantau perkembangannya agar jamaah dapat segera memanfaatkannya untuk mencuci setiap hari.
Komitmen Layanan Akomodasi
Secara keseluruhan, Suryo memastikan bahwa layanan akomodasi jamaah calon haji di Makkah berjalan aman dan lancar. Manajemen hotel, menurutnya, terus berkomitmen menjalankan tanggung jawab sesuai kontrak. Fasilitas seperti resepsionis, lift yang memadai, mesin cuci, hingga air minum bagi jamaah tetap tersedia.
Di tengah hiruk-pikuk persiapan ibadah, kebutuhan akan pakaian bersih menjadi salah satu perhatian utama. Para petugas di lapangan tampak sigap memastikan setiap sudut hotel dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar aturan setempat.
Alasan di Balik Larangan Menjemur di Atap
Terkait kebijakan larangan menjemur pakaian di atap hotel, Suryo menegaskan bahwa langkah tersebut diambil oleh otoritas Arab Saudi semata-mata demi menjaga keselamatan jamaah. “Kebijakan ini juga untuk mematuhi peraturan ketertiban kota yang berlaku di Makkah,” tuturnya. Dengan adanya solusi alternatif, diharapkan para jamaah tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bank Sampah Antisipatif, Kelurahan Kota Bambu Utara Siap Hadapi Krisis Sampah Jakarta
Wamendagri: Kendari Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE di Kawasan Timur Indonesia
PGN Terapkan Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna
Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Selaraskan Riset dengan Kebutuhan Daerah