SMAN 1 Sambas Juara LCC Empat Pilar Tingkat Kalbar, Siap Berlaga di Nasional 2026

- Minggu, 10 Mei 2026 | 06:50 WIB
SMAN 1 Sambas Juara LCC Empat Pilar Tingkat Kalbar, Siap Berlaga di Nasional 2026

PARADAPOS.COM - SMAN 1 Sambas berhak mewakili Provinsi Kalimantan Barat di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional pada Agustus 2026 mendatang di Jakarta. Prestasi ini diraih setelah tim dari sekolah tersebut berhasil menyisihkan sembilan peserta lainnya dan keluar sebagai juara pertama pada babak final tingkat provinsi yang berlangsung di Pontianak, Minggu (10/5/2026).

Babak puncak yang digelar di Kota Pontianak itu mempertemukan tiga sekolah terbaik. SMAN 1 Sambas sukses mengungguli SMAN 1 Pontianak yang harus puas di posisi kedua, sementara SMAN 1 Sanggau menempati peringkat ketiga. Kemenangan ini menjadi tiket bagi mereka untuk bersaing di level nasional.

Pesan Wakil Ketua MPR: Manfaatkan Waktu dan Jauhi Pengaruh Buruk

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menyempatkan diri memberikan wejangan kepada para peserta. Ia mengingatkan agar para pelajar tidak menyia-nyiakan masa muda dengan kegiatan yang hanya berujung pada penyesalan. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi besar yang harus dikembangkan secara optimal.

"Di usia ini, kalian rentan terhadap pengaruh buruk. Terutama era digital yang bisa menjerumuskan. Oleh karena itu teruslah belajar, karena pendidikan bukan semata hanya transfer ilmu tapi juga sikap dan karakter," kata Agun dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Lebih lanjut, Agun menjelaskan bahwa Empat Pilar bukan sekadar materi hafalan. Ia menyebutnya sebagai pondasi bagi rumah besar bernama Indonesia di tengah arus globalisasi. Keragaman yang ada, menurutnya, bisa menjadi sumber perpecahan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, dibutuhkan sebuah pemersatu yang mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan bersama.

"Empat Pilar harus menjadi ruh bagi bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat Pancasila yang berfungsi sebagai landasan nilai yang menentukan arah moral dan nilai, UUD NRI 1945 sebagai kerangka hukum, NKRI ruang hidup yang harus dijaga dan bhineka tunggal ika adalah semangat pemersatu dari keragaman yang ada," ungkap Agun.

Generasi Muda dan Tantangan Zaman

Pada kesempatan yang sama, Agun menekankan bahwa jarak geografis bukan lagi menjadi kendala berarti bagi generasi muda. Tantangan terbesar justru datang dari nilai-nilai asing yang masuk tanpa filter. Ia menegaskan, Empat Pilar harus menjadi tameng yang melindungi generasi muda dari paparan nilai-nilai negatif.

"Karena itu Empat Pilar tidak cukup hanya dihafal. Tetapi harus mengakar hingga ke dalam hati nurani, dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari," ujarnya.

Agun pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang. Ia berpesan agar mereka terus belajar dan berjuang, karena di ajang nasional nanti, nama sekolah dan daerahlah yang akan mereka wakili.

Jalur Ketat Menuju Nasional

Perjalanan menuju puncak bukanlah perkara mudah. Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat diikuti oleh sembilan peserta yang merupakan hasil seleksi ketat dari 137 sekolah di tingkat kabupaten dan kota. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMAN 1 Pontianak, SMAN 3 Singkawang, SMAN 1 Seponti, SMA Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Petrus Pontianak, SMAN 1 Sambas, SMAN 1 Sanggau, MAS Darussalam Sengkubang, dan MAN 1 Sintang.

Acara pembukaan lomba secara resmi dilakukan oleh Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA. Momen tersebut ditandai dengan pemukulan gendang. Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Agun Gunandjar Sudarsa, anggota Badan Pengkajian MPR Alifudin, perwakilan Gubernur Kalbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Yosafat Triadhi Andjioe, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Syarief Faisal Idahmawah Alkadri.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar