Mentan Amran: Program Makan Bergizi Gratis Tak Untungkan Secara Politik, tapi Jadi Investasi Seribu Tahun

- Minggu, 10 Mei 2026 | 11:50 WIB
Mentan Amran: Program Makan Bergizi Gratis Tak Untungkan Secara Politik, tapi Jadi Investasi Seribu Tahun
PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menuai kritik. Dalam dialog dengan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di seluruh Indonesia, Amran menyampaikan bahwa program tersebut tidak menguntungkan secara politik. Ia menjelaskan bahwa sasaran program, seperti anak SD dan ibu hamil, baru akan berusia tiga tahun pada Pemilu 2029, sehingga tidak mungkin menjadi pemilih. Meski demikian, program ini dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi dengan menyerap hasil produksi petani.

MBG: Antara Kritik dan Visi Jangka Panjang

Suasana dialog berlangsung hangat di Jakarta. Amran duduk berhadapan dengan perwakilan mahasiswa yang antusias menanyakan berbagai kebijakan. Di tengah diskusi, ia melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. “Tahu nggak, kalau MBG secara politik tidak menguntungkan pemerintah, kenapa anak SD diberi makan, orang hamil, 2029 baru tiga tahun umurnya, tidak mungkin jadi pemilih pemilu,” ujar Amran. Pernyataan itu sontak menarik perhatian. Banyak yang mengira program MBG hanya sekadar strategi pencitraan. Namun, Amran menegaskan bahwa tujuannya jauh lebih mendasar. “Jangan lihat dia berdiri sendiri. Dia penggerak ekonomi off takernya, perhatikan baik-baik, off takernya 160 juta petani Indonesia,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyangkut pemberian makanan gratis. Lebih dari itu, MBG menjadi rantai pasok yang menghubungkan petani lokal dengan kebutuhan gizi nasional. Dengan kata lain, setiap piring makanan yang disajikan adalah hasil panen dari sawah dan ladang petani Indonesia.

Visi Presiden: 1.000 Tahun ke Depan

Amran juga menyoroti cara pandang Presiden Prabowo Subianto terhadap program ini. Menurutnya, Presiden tidak berpikir dalam hitungan tahun atau periode politik semata. “Tapi bapak nggak, ingin ini 1.000 tahun Indonesia, anaknya cerdas, tinggi-tinggi,” ujar Amran. Pernyataan ini menggambarkan bahwa MBG bukanlah proyek jangka pendek. Melainkan investasi sumber daya manusia yang hasilnya baru akan terasa puluhan hingga ratusan tahun mendatang. Amran menekankan bahwa Presiden Prabowo memiliki visi yang melampaui batas masa jabatan. Di akhir dialog, suasana ruangan terasa lebih cair. Para mahasiswa tampak tercerahkan dengan penjelasan yang diberikan. Mereka mulai memahami bahwa di balik kritik yang muncul, ada logika pembangunan yang lebih besar. Program MBG memang masih menjadi perdebatan. Namun, dari penjelasan Amran, jelas bahwa pemerintah tidak hanya mengejar popularitas. Ada target struktural yang ingin dicapai: generasi Indonesia yang lebih sehat dan petani yang lebih sejahtera.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar