PARADAPOS.COM - Program malam hari di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, yang dikenal dengan nama Night at Ragunan Zoo, terus menarik minat warga. Berdasarkan data dari pengelola, mayoritas pengunjung yang datang justru memanfaatkan fasilitas taman untuk berolahraga, bukan untuk melihat satwa. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi, mengungkapkan bahwa hampir separuh dari total pengunjung malam hari datang dengan tujuan utama berlari atau jogging. Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi kebun binatang menjadi ruang publik alternatif di ibu kota.
Jogging Jadi Primadona, Satwa Hanya Pelengkap
Bambang Wahyudi menjelaskan bahwa tren ini sudah terlihat konsisten dalam beberapa pekan terakhir. “Untuk malam memang tujuannya ke situ sih ya. Kebanyakan ya hampir boleh dikatakan 50 persen pengunjung itu tujuannya untuk jogging ya,” katanya saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/5/2026).
Ia menambahkan, hanya sebagian kecil pengunjung yang benar-benar datang untuk mengamati satwa atau sekadar piknik. “Untuk melihat satwa kira-kira 30 persen saja dari total pengunjungnya,” ujarnya. Sisanya, menurut dia, adalah mereka yang sekadar jalan-jalan santai atau duduk-duduk di area taman.
Lonjakan di Akhir Pekan, Sepi di Hari Biasa
Meski antusiasme terbilang tinggi, jumlah pengunjung malam hari masih sangat bergantung pada hari. Pada setiap malam Minggu, angka pengunjung stabil di kisaran 1.000 hingga 1.500 orang. Suasana taman berubah menjadi ramai dengan lampu-lampu temaram yang menerangi jalur jogging. Namun, di hari kerja biasa, jumlahnya turun drastis menjadi hanya sekitar 100 hingga 200 orang per malam.
Dua Atraksi Baru yang Menyemarakkan Malam
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pihak pengelola menghadirkan dua daya tarik tambahan. Pertama, Orang Utan Tunnel Experience di Pusat Primata Schmutzer. Atraksi ini hanya dibuka khusus pada malam Minggu. Pengunjung bisa menyusuri terowongan dan menyaksikan langsung aktivitas orang utan yang justru lebih aktif di malam hari. Tiket masuknya terbilang murah, hanya Rp7.500 per orang.
Kedua, di area danau tersedia atraksi air mancur yang menjadi pemandangan menenangkan. Tempat ini kerap dijadikan titik istirahat oleh para pelari setelah menyelesaikan putaran jogging mereka. Suara gemericik air dan hembusan angin malam menambah kenyamanan bagi siapa pun yang singgah.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kementerian Kebudayaan Resmi Dukung Makassar International Writers Festival 2026
Empat Pergantian Pemain di Babak Kedua Jadi Kunci Persija Jakarta Balikkan Keadaan atas Persik Kediri
Ragunan Siagakan Tim Pantau Satwa di Tengah Cuaca Ekstrem Libur Panjang
Florentino Perez Tuding Wasit Curi 18 Poin Real Madrid Musim Ini