Diplomasi Trump ke Beijing Dinilai Belum Cukup Pengaruhi Sikap Iran soal Blokade Selat Hormuz

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:25 WIB
Diplomasi Trump ke Beijing Dinilai Belum Cukup Pengaruhi Sikap Iran soal Blokade Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Diplomasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Tiongkok dinilai belum cukup kuat untuk memengaruhi sikap Iran terkait blokade Selat Hormuz. Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, menilai Teheran tidak akan mudah menerima tekanan, bahkan jika permintaan itu datang langsung dari Beijing sekalipun. Menurutnya, Iran justru kemungkinan besar akan mengajukan syarat berat sebelum bersedia membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Iran Dinilai Tidak Akan Mudah Tunduk pada Tekanan

Darmansjah menegaskan bahwa sikap Iran terhadap krisis ini didasari oleh keyakinan bahwa mereka bukanlah pihak yang memulai ketegangan di kawasan Teluk Oman. Oleh karena itu, Teheran tidak ingin ditekan secara sepihak untuk membuka akses pelayaran internasional. “Andaikan saja nanti Tiongkok meminta Iran akan membuka Selat Hormuz, pasti ada saja permintaan Iran kepada Tiongkok,” ujar Darmansjah dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026. Ia menjelaskan, Iran akan meminta Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut di Teluk Oman terlebih dahulu. Langkah itu dinilai sebagai syarat utama sebelum Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik panas konflik. “Karena dia (AS) yang memulai, jangan saya yang ditekan untuk membuka Selat Hormuz. Cabut dulu blokade laut di Teluk Oman, baru saya akan buka Selat Hormuz,” katanya.

Kompensasi Ekonomi dan Syarat Berat dari Teheran

Lebih lanjut, Darmansjah menilai Iran berpotensi meminta kompensasi atas dampak konflik dan tekanan ekonomi yang selama ini mereka terima. Permintaan tersebut bisa menjadi batu sandungan besar bagi upaya diplomasi yang tengah berlangsung. “Tidak semudah membalik tangan untuk meminta Iran membuka Selat Hormuz. Iran akan menuntut balik,” tegasnya. Situasi ini menunjukkan bahwa jalan menuju de-eskalasi masih panjang. Iran, menurut Darmansjah, akan menggunakan posisi tawarnya secara maksimal, termasuk memanfaatkan hubungan dagang dengan Tiongkok sebagai alat negosiasi.

Klaim Trump Soal Dukungan Xi Jinping

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa kunjungannya ke Beijing berlangsung sukses besar setelah bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Trump mengatakan Xi Jinping menawarkan bantuan diplomatik untuk membantu penyelesaian konflik antara AS dengan Iran. “Presiden Xi ingin melihat kesepakatan tercapai. Dia memang ingin melihat kesepakatan tercapai. Dan dia menawarkan, katanya, jika saya dapat membantu sekecil apa pun, saya ingin membantu. Lihat, siapa pun yang membeli minyak sebanyak itu jelas memiliki semacam hubungan dengan mereka. Tapi dia berkata, saya ingin sekali membantu, jika saya bisa membantu sekecil apa pun, dia ingin melihat Selat Hormuz dibuka,” ujar Trump. Namun, hingga saat ini situasi di Selat Hormuz belum menunjukkan perubahan berarti. Kapal-kapal tanker masih tertahan, dan Iran tetap memperketat pengawasan terhadap kapal yang melintas dengan koordinasi bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ketegangan di kawasan tersebut masih menjadi sorotan utama komunitas internasional.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar