PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan baru sebagai petugas kebersihan kepada para pedagang kaki lima di Pasar Cicadas, Bandung, menyusul rencana pembongkaran lapak yang telah menjadi polemik selama 27 tahun. Seorang pedagang kopi dan gorengan bernama Abah Hartoyo, yang telah berjualan selama 23 tahun, menyatakan kesediaannya meninggalkan lapaknya demi penataan kawasan tersebut. Penawaran ini muncul setelah Dedi Mulyadi berdialog secara persuasif dengan koordinator PKL setempat untuk mengatasi kemacetan dan ketidaknyamanan warga.
Polemik Panjang di Pasar Cicadas
Selama lebih dari dua dekade, keberadaan kios-kios di Pasar Cicadas menjadi sumber masalah lalu lintas. Aktivitas para pedagang kaki lima kerap memicu kemacetan yang meresahkan warga sekitar. Satpol PP pun akhirnya turun tangan melakukan penertiban. Namun, langkah ini memunculkan polemik baru: para PKL menolak tempat mereka berdagang digusur. Masalah ini terus berlarut-larut tanpa solusi yang jelas hingga akhirnya perhatian Gubernur tertuju ke lokasi.
Dialog Langsung di Lapangan
Mendengar keluhan yang tak kunjung usai, Dedi Mulyadi memutuskan untuk turun langsung ke lapangan. Ia menggelar dialog dengan para pedagang, salah satunya dengan Amang Herman selaku koordinator PKL Pasar Cicadas. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa bangunan lapak akan dibongkar demi merealisasikan penataan pedestrian di Kota Bandung.
Suasana dialog berlangsung cair. Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, terlihat mendekati seorang pedagang kopi dan rokok yang sudah lama berjualan di sana.
“Udah berapa tahun (jualan di pasar Cicadas)?” tanya KDM.
“23 tahun,” jawab pedagang yang bernama Abah Hartoyo itu.
“Jualan rokok, minuman, segala rupa. Penghasilan seharian berapa? 50 ribu rata-rata ya kan spekulasi, kadang 40 ribu, kadang bisa jadi 30 kalo apes,” jelas KDM.
Kesediaan Pindah Profesi
Alih-alih menolak, negosiasi dengan para PKL justru berlangsung kooperatif. Dedi Mulyadi menyadari bahwa pembongkaran pasar akan menghilangkan mata pencaharian mereka. Sebagai solusi, mantan Bupati Purwakarta itu menawari para pedagang posisi baru sebagai petugas kebersihan. Abah Hartoyo, yang sehari-hari mengandalkan omzet tak menentu, menjadi salah satu yang pertama menyatakan kesediaannya.
Tak disangka, para pedagang kaki lima di pasar Cicadas rela melepas pekerjaan lamanya. Mereka memilih mengikuti arahan pemerintah demi kenyamanan bersama dan penataan kota yang lebih baik.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Dua Pelaku Sindikat Pencurian Aki Truk Trailer di Pelabuhan Tanjung Priok
46 Anak dan Guru Diculik dalam Serangan Terkoordinasi di Tiga Sekolah Nigeria
Studi Gizi: Merebus dan Mengukus Ubi Jalar Paling Efektif Pertahankan Beta-Karoten, Konsumsi dengan Lemak Sehat Disarankan
Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Alami Kecelakaan Tunggal di Solok, Cedera Ringan dan Kembali Bertugas