PARADAPOS.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa untuk memudahkan masyarakat berkurban sekaligus memperluas jangkauan distribusi daging kurban hingga ke pelosok negeri. Program ini disosialisasikan lewat kegiatan bertajuk “Semarak Kurban Berkah Berdayakan Desa” yang digelar di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu. Inisiatif ini tidak hanya menyasar daerah perkotaan, tetapi juga desa-desa, wilayah terpencil, dan kawasan yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Mengubah Ibadah Kurban Menjadi Gerakan Sosial
Pimpinan Baznas Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang agar ibadah kurban tidak sekadar rutinitas tahunan. Ia menekankan pentingnya dampak nyata yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat.
“Kami berharap masyarakat makin memahami bahwa kurban bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga sarana membantu saudara-saudara yang membutuhkan, termasuk di Palestina,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/5).
Ia menambahkan, Baznas menyediakan layanan informasi dan konsultasi terkait tata cara berkurban, mulai dari pilihan hewan hingga proses distribusi daging kurban. Semua itu dikelola dalam satu sistem yang terintegrasi.
Kemudahan dan Ketepatan Sasaran
Dengan sistem pengelolaan yang terpadu, masyarakat dapat menunaikan kurban secara lebih mudah, aman, dan tepat sasaran. Baznas memastikan setiap hewan kurban yang disalurkan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, terutama di daerah yang selama ini minim akses terhadap distribusi hewan kurban.
Kepala Divisi UPZ Nasional Baznas Tri Hadian menambahkan, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang nilai sosial dan kemanusiaan dalam ibadah kurban. Menurutnya, pemilihan lokasi sosialisasi di Terowongan Kendal bukan tanpa alasan.
“Tempat ini sangat strategis karena banyak masyarakat yang melintas setiap hari. Jadi, syiar kurban bisa lebih mudah menjangkau masyarakat,” kata Tri.
Layanan Langsung dan Syiar di Ruang Publik
Dalam kegiatan tersebut, Baznas membuka konter layanan kurban yang memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Pengunjung bisa bertanya mengenai mekanisme pelaksanaan program Kurban Berkah Berdayakan Desa, mulai dari pendaftaran hingga distribusi.
Suasana di Terowongan Kendal pagi itu cukup ramai. Beberapa orang tampak berhenti sejenak di depan konter, membaca brosur, atau sekadar bertanya kepada petugas. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang sekadar melintas lalu tertarik mampir.
Menjangkau Desa hingga Daerah Terpencil
Melalui program ini, daging kurban tidak hanya disalurkan kepada masyarakat di perkotaan. Baznas memastikan distribusi juga menjangkau desa-desa dan daerah yang selama ini sulit diakses. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial di seluruh Indonesia.
Baznas berharap program Kurban Berkah Berdayakan Desa dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban. Selain memenuhi kewajiban keagamaan, program ini sekaligus memberdayakan masyarakat dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga, dari kota hingga ke pelosok negeri.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.669, Pasar Spekulasi BI Naikkan Suku Bunga
Projo Bantah Inisiatif Blusukan Jokowi, Klaim Ajakan Langsung dari Mantan Presiden
Pembina GPCI Desak Diplomasi Darurat Usai Kapal Misi Kemanusiaan Dicegat Israel, Lima WNI Ditangkap
Pemimpin Sederhanakan Data Ekonomi Global Demi Redam Kepanikan Publik