Ketua DPD RI Desak Pemda Papua Barat Perbaiki Data Pendidikan demi Efektivitas Anggaran Otsus

- Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB
Ketua DPD RI Desak Pemda Papua Barat Perbaiki Data Pendidikan demi Efektivitas Anggaran Otsus
PARADAPOS.COM - Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mendesak seluruh pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat untuk segera meningkatkan kualitas data perencanaan dan kebutuhan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah atas. Seruan ini disampaikan di Manokwari Selatan pada Senin, menyoroti perlunya perbaikan data agar alokasi anggaran pembangunan pendidikan lebih efektif dan tepat sasaran.

Data Valid Jadi Kunci Efektivitas Anggaran

Menurut Filep, langkah perbaikan data ini sangat krusial. Tanpa data yang akurat, setiap perencanaan dan pengalokasian anggaran berisiko tidak menjawab persoalan mendasar yang selama ini terjadi di lapangan. “Kita masih bicara soal anggaran yang kurang, tetapi belum berbicara tentang bagaimana uang yang ada dimanfaatkan secara maksimal,” katanya di Manokwari Selatan, Senin. Ia menilai persoalan pendidikan di Tanah Papua tidak melulu soal keterbatasan dana. Lebih dari itu, efektivitas pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) menjadi sorotan utama. Keberhasilan pembangunan sektor pendidikan, lanjutnya, harus ditopang oleh data valid mengenai kebutuhan riil sekolah, jumlah tenaga pengajar, serta kondisi siswa di setiap jenjang.

Evaluasi Afirmasi dan Realitas di Lapangan

Filep juga menyoroti capaian program afirmasi bagi siswa asli Papua. Meski dana Otsus telah mengalir bertahun-tahun, ia menilai belum ada perubahan signifikan yang terlihat. “Kalau dibandingkan sebelum Otsus dan saat ini, belum ada perubahan signifikan khususnya terkait afirmasi kepada siswa-siswi asli Papua,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan terhadap lambatnya kemajuan yang dirasakan langsung oleh masyarakat adat di bidang pendidikan.

Bantuan Seragam untuk Siswa di Manokwari Selatan

Dalam kesempatan yang sama, Filep tidak hanya menyuarakan kebijakan. Ia juga turun langsung memberikan bantuan berupa 215 seragam batik bagi siswa dan guru SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) 12 Ora Et Labora di Kampung Waroser, Distrik Oransbari. Bantuan ini berawal dari aspirasi yang disampaikan pihak sekolah saat perayaan HUT YPK pada 8 Maret 2026. Saat itu, terungkap bahwa masih ada sekitar 209 siswa yang belum memiliki seragam batik untuk digunakan ke sekolah. “Saya sebagai alumni YPK merasa terpanggil untuk membantu memberikan seragam sekolah kepada adik-adik di sini,” ungkap Filep. Kepala SD YPK 12 Ora Et Labora, Magdalena Selfiana Betay, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai seragam ini tidak hanya memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga dapat mendukung semangat belajar para siswa.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar