Studi UNSW: Kesehatan Mental Remaja Australia Mulai Pulih, tapi Jauh dari Level Pra-Pandemi

- Senin, 18 Mei 2026 | 21:50 WIB
Studi UNSW: Kesehatan Mental Remaja Australia Mulai Pulih, tapi Jauh dari Level Pra-Pandemi
PARADAPOS.COM - Sebuah studi jangka panjang terbaru dari Universitas New South Wales (UNSW) Australia mengungkapkan bahwa kesehatan mental remaja di Negeri Kanguru mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah ambruk di masa pandemi COVID-19. Berdasarkan data survei nasional selama 24 tahun, kondisi psikologis warga di bawah usia 25 tahun mencapai titik terendah pada 2021, lalu berangsur pulih sebagian pada 2024. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa angka tersebut masih jauh di bawah tolok ukur sebelum pandemi.

Penurunan Tajam dan Pemulihan yang Tertahan

Analisis ini menggunakan skala kesejahteraan SF-36, sebuah alat ukur psikologis yang dilaporkan sendiri oleh responden dan telah banyak digunakan secara luas. Data menunjukkan bahwa skor kesehatan mental turun drastis—sekitar lima poin—antara tahun 2019 dan 2021. Pada 2024, skor tersebut hanya pulih sekitar dua hingga tiga poin. Penurunan ini, menurut penulis utama studi Sergey Alexeev dari UNSW, sebenarnya sudah mulai terjadi sejak pertengahan 2010-an. Pandemi COVID-19 hanya memperparah keadaan. “Dugaan penyebabnya meliputi penggunaan ponsel pintar dan media sosial di kalangan remaja, meningkatnya tekanan perumahan dan biaya hidup, kecemasan terkait iklim, serta tekanan akademik,” jelas Alexeev.

Kesenjangan Usia dan Gender yang Mencolok

Pemulihan yang terjadi tidak merata di semua kelompok usia. Remaja berusia 15 hingga 18 tahun hanya mampu memulihkan sekitar sepertiga dari penurunan yang mereka alami. Sementara itu, kelompok usia 19 hingga 24 tahun menunjukkan pemulihan yang lebih baik, yakni hampir dua pertiga dari penurunan sebelumnya. Namun, para peneliti menegaskan bahwa tidak satu pun dari kedua kelompok tersebut yang berhasil kembali ke tingkat kesehatan mental seperti sebelum pandemi. Studi yang diterbitkan di Australian & New Zealand Journal of Psychiatry itu juga menemukan kesenjangan gender yang persisten. Perempuan muda melaporkan kondisi kesehatan mental yang secara signifikan lebih buruk dibandingkan laki-laki muda.

Kontras dengan Warga yang Lebih Tua

Menariknya, warga Australia yang lebih tua menunjukkan sedikit perubahan selama periode yang sama. Kondisi mereka relatif stabil, tidak mengalami guncangan seperti yang dialami oleh generasi muda. Para peneliti menggambarkan fenomena ini sebagai tren yang semakin “berbeda berdasarkan usia.” Artinya, tekanan psikologis kini terpolarisasi secara demografis, dengan kaum muda menanggung beban yang jauh lebih berat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar