PARADAPOS.COM - Kementerian Haji dan Umrah Indonesia (Kemenhaj) secara resmi mengimbau seluruh jemaah haji untuk tidak melakukan perjalanan wisata atau city tour menjelang fase puncak ibadah Armuzna 2026. Imbauan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @kemenhaj.ri sebagai langkah antisipasi menjaga kondisi fisik dan kesiapan ibadah jemaah. Fase Armuzna sendiri mencakup rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang membutuhkan stamina prima serta konsentrasi penuh.
Fokus Penuh Menuju Puncak Ibadah
Menjelang fase Armuzna, jemaah diminta mulai menjaga stamina dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Pasalnya, rangkaian ibadah puncak haji membutuhkan kondisi fisik prima serta fokus ibadah yang optimal. Dalam unggahan resmi tersebut, pemerintah menekankan bahwa aktivitas city tour sebelum Armuzna berpotensi menyebabkan kelelahan dan menurunkan kondisi kesehatan jemaah.
“City tour sebelum fase puncak haji dapat mengganggu kondisi fisik dan kesiapan ibadah jemaah,” tulis imbauan tersebut.
Larangan Aktivitas di Luar Kepentingan Ibadah
Pemerintah juga mengingatkan calon jemaah untuk menghindari berbagai aktivitas di luar kepentingan ibadah utama selama mendekati puncak haji. Beberapa aktivitas yang diimbau untuk dihindari antara lain:
- Mengadakan city tour sebelum Armuzna
- Mengajak jemaah keluar Makkah atau Madinah untuk ziarah
- Menyelenggarakan kegiatan di luar kepentingan ibadah utama
Alasan Jemaah Tidak Dianjurkan City Tour
Ada sejumlah alasan mengapa jemaah haji diminta membatasi aktivitas perjalanan tambahan menjelang Armuzna. Pertama, aktivitas semacam itu berisiko menyebabkan kelelahan fisik yang signifikan. Kedua, dapat menurunkan kondisi kesehatan jemaah secara keseluruhan. Ketiga, mengganggu fokus dan kekhusyukan ibadah. Terakhir, berpotensi menghambat pelaksanaan ibadah saat puncak haji.
Pemerintah berharap seluruh calon jemaah dapat memprioritaskan kesehatan dan mematuhi arahan petugas agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman dan lancar.
Armuzna Jadi Fase Penting Ibadah Haji
Armuzna merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yakni rangkaian puncak pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental jemaah. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul untuk menjalankan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina. Oleh karena itu, menjaga stamina dan menghindari aktivitas berlebihan menjadi hal penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp75 Triliun dalam Empat Bulan, Pemerintah Siapkan Efisiensi
Pemprov Jabar Matangkan Persiapan Pawai Kemenangan Persib, Keamanan Jadi Prioritas
Menaker Dorong Pekerja Terus Berinovasi di Tengah Tekanan Global dan Percepatan Teknologi
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Ditahan Bareskrim Terkait Dugaan Pencucian Uang Jaringan Bandar Ishak