PARADAPOS.COM - Puncak ibadah haji semakin dekat, dan Kota Suci Makkah kini berubah menjadi lautan manusia. Jutaan calon jemaah dari seluruh dunia telah tiba, memadati kawasan Masjidil Haram untuk menjalani rangkaian ibadah sebelum puncak Wukuf di Arafah. Kepadatan massa sudah terlihat jelas di berbagai titik strategis, terutama pada malam hari ketika ribuan orang berbondong-bondong melakukan tawaf, iktikaf, dan munajat. Otoritas keamanan Arab Saudi pun bersiaga penuh, mengawasi pergerakan jemaah dan memeriksa kepemilikan Kartu Nusuk, sebuah identitas resmi yang menjadi syarat mutlak untuk mengakses layanan dan lokasi puncak ibadah haji, termasuk Masjidil Haram serta kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Lautan Manusia di Malam Hari
Lanskap Kota Makkah berubah drastis begitu malam tiba. Dari berbagai penjuru, jemaah berduyun-duyun menuju Masjidil Haram. Suasana hening malam berganti dengan gemuruh langkah kaki dan lantunan doa yang bersahutan. Mereka tak hanya datang untuk tawaf, tetapi juga untuk mengisi malam dengan iktikaf dan memperbanyak munajat. Pemandangan ini menggambarkan betapa besarnya antusiasme para tamu Allah dalam menyambut puncak ibadah.
Pengawasan Ketat dan Fungsi Kartu Nusuk
Di balik kemeriahan ibadah, petugas keamanan bergerak sigap di titik-titik vital. Mereka secara rutin memeriksa Kartu Nusuk yang dikenakan setiap jemaah. Identitas resmi ini bukan sekadar aksesori. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkannya sebagai tiket masuk utama ke berbagai fasilitas haji. Tanpa kartu ini, jemaah tidak akan bisa melangkah ke Masjidil Haram atau mengikuti mobilisasi di kawasan Armuzna. Langkah ini diambil untuk memastikan ketertiban dan kelancaran arus pergerakan di tengah kepadatan yang luar biasa.
Cuaca Panas Ekstrem Membatasi Aktivitas Siang Hari
Situasi sedikit berbeda saat pagi menjelang siang. Sengatan cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi membuat pergerakan di luar ruangan menjadi terbatas. Banyak jemaah memilih untuk berteduh atau beristirahat di dalam penginapan. Meski demikian, denyut nadi di sekitar Masjidil Haram tetap hidup. Jemaah yang masih berada di luar tampak sibuk melakukan persiapan akhir. Volume kepadatan di kota ini diproyeksikan akan terus melonjak secara signifikan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini seiring dengan rampungnya kedatangan gelombang akhir jemaah haji dari berbagai negara.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Capai Rp153,1 Triliun per April 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Energi
Tiga Tewas dalam Penembakan di Islamic Center San Diego, Pelaku Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Jadwal Salat Makassar 20 Mei 2026: Imsak Pukul 04.34 Wita, Subuh 04.44 Wita
Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional Dikritik karena Minim Pengawasan dan Berpotensi Jadi Super Body