PARADAPOS.COM - Sebuah insiden penembakan mengguncang Islamic Center of San Diego di kawasan Clairemont, California, pada Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 11.43 waktu setempat. Lima orang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini, termasuk dua tersangka yang diduga meninggal akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan motif kejahatan kebencian di balik tragedi ini.
Kronologi di Lokasi Kejadian
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan bahwa petugas tiba di lokasi dalam waktu empat menit setelah laporan pertama diterima. Saat tiba di tempat kejadian, polisi menemukan tiga korban tewas di area luar masjid. Suasana di sekitar kompleks keagamaan itu sempat mencekam, dengan warga sekitar yang berusaha menjauh dari lokasi.
Menurut Agen Khusus FBI San Diego, Mark Remily, seluruh korban yang ditemukan merupakan pria dewasa. Pihak berwenang belum merilis identitas mereka secara resmi hingga saat ini.
Identitas Korban Dikonfirmasi Imam Masjid
Imam Taha Hassane memberikan keterangan lebih rinci mengenai para korban. Ia mengungkapkan bahwa korban tewas terdiri dari seorang petugas keamanan dan dua staf sekolah Islam yang berada di dalam kompleks masjid tersebut. Pernyataan ini memberikan gambaran lebih jelas tentang siapa saja yang menjadi korban dalam insiden tragis ini.
Proses Pembersihan dan Investigasi
"Kami menyisir masjid dan sekolah dari ruangan ke ruangan untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan," ujar Scott Wahl saat memberikan keterangan pers, Selasa (19/5/2026). Prosedur ini dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi kejadian merupakan area publik yang sering dikunjungi jamaah dan siswa.
Tim investigasi dari FBI bersama kepolisian setempat masih bekerja di lapangan. Mereka mengumpulkan barang bukti dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar kompleks. Langkah ini diambil untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum dan saat penembakan terjadi.
Dua Tersangka Diduga Bunuh Diri
Dari hasil penyelidikan sementara, dua dari lima jenazah yang ditemukan diduga merupakan pelaku penembakan. Keduanya ditemukan meninggal dengan luka tembak yang diduga dilakukan sendiri. Polisi belum merilis motif pasti di balik aksi ini, namun kemungkinan kejahatan kebencian masih menjadi salah satu jalur penyelidikan utama.
Kompleks Islamic Center of San Diego sendiri dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan bagi komunitas Muslim setempat. Sekolah Islam yang berada di dalamnya melayani puluhan siswa setiap harinya. Insiden ini sontak menimbulkan duka mendalam di kalangan warga sekitar.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses investigasi masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IHSG Stagnan di Awal Perdagangan, Tertekan Capital Outflow dan Pelemahan Rupiah
145.000 Anak Warga AS Dipisahkan Paksa dari Orang Tua Imigran Sejak Trump Kembali Berkuasa
Kebakaran Besar Landa Pabrik di Cengkareng, Tiga Orang Terluka
Pemprov Sumut Buka Suara soal Rangkap Jabatan Pj Sekdaprov: Tak Langgar Aturan