PARADAPOS.COM - PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk “Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas bareng Komunitas” di Jakarta, dengan menghadirkan Korlantas Polri sebagai narasumber utama. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antara perusahaan asuransi negara, kepolisian, dan komunitas pengemudi—baik daring maupun konvensional—dalam membangun budaya keselamatan di jalan raya. Salah satu poin krusial yang disosialisasikan adalah fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu, sebuah layanan digital untuk mempercepat pelaporan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.
Komunitas Pengemudi sebagai Garda Terdepan
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menekankan bahwa komunitas pengemudi memegang peranan vital dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalan dapat menjadi agen perubahan yang efektif.
“Penanganan golden period bisa jadi titik krusial untuk menekan fatalitas korban laka lantas. Dan komunitas yang setiap hari berada di jalan raya bisa menjadi first responder untuk memberikan informasi lebih cepat,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pernyataan itu menggarisbawahi betapa berharganya waktu dalam situasi darurat. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar pula peluang korban selamat dari kecelakaan.
Transformasi Digital melalui Fitur Lapor Laka
Dalam kesempatan yang sama, Jasa Raharja memperkenalkan fitur Lapor Laka yang terintegrasi dalam aplikasi JRKu. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik perusahaan. Fitur tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat melaporkan kecelakaan secara cepat dan terpadu, sehingga proses penanganan korban bisa berlangsung lebih efisien.
Kehadiran fitur ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat atau keluarga korban yang kerap kebingungan saat menghadapi kecelakaan, terutama dalam menentukan langkah awal untuk mendapatkan pertolongan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kolaborasi bersama komunitas pengemudi sebagai bagian dari budaya keselamatan di jalan raya. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami terus memperkuat transformasi digital pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif,” lanjut Awaluddin.
Dukungan dari Korlantas Polri
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama komunitas pengemudi yang setiap hari menjadi garda terdepan di jalan raya.
“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini sangat bagus dalam lompatan layanan digital, tinggal nanti kita bisa sama-sama sempurnakan. Intinya, bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara bersama-sama. Karena keselamatan terhadap jiwa orang adalah tugas kita bersama. Kami yakin kolaborasi kita semua akan semakin terkoordinasi dengan baik,” ujar Agus.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka fatalitas kecelakaan di Indonesia.
Perspektif dari Dunia Medis
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari kalangan medis. Direktur Nonmedik RS Husada, Fushen, menilai fitur Lapor Laka dapat memangkas waktu yang terbuang dalam proses evakuasi dan penanganan korban.
“Kami menyambut baik fitur Lapor Laka ini, karena yang kami lihat ini akan memotong banyak waktu yang mengefisienkan pelayanan pada pasien atau korban dalam golden period. Sehingga itu akan memperbesar kemungkinan keberhasilan pelayanan medis terhadap korban,” jelas Fushen.
Baginya, setiap detik sangat berharga. Informasi yang cepat dari lokasi kejadian memungkinkan rumah sakit mempersiapkan tim medis dan perlengkapan sebelum korban tiba.
Sambutan Hangat dari Komunitas Pengemudi
Sementara itu, perwakilan mitra pengemudi daring dan konvensional yang hadir menyambut positif sosialisasi fitur tersebut. Mereka menilai, kehadiran Lapor Laka di JRKu memudahkan peran mereka sebagai pelapor pertama di lapangan.
“Sangat mendukung dengan adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Susanti, salah satu perwakilan mitra pengemudi daring.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni Fauziah Ferryna, perwakilan Rumah Sakit Polri Tingkat I Kramat Jati melalui Kabid Yanmedwat Kombes Budi Satria, serta perwakilan komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, dan Bluebird Group. Tak ketinggalan, Kepala Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah juga hadir dalam forum diskusi tersebut.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Israel Cegat 52 Kapal Bantuan Gaza di Perairan Internasional, 5 WNI Termasuk Jurnalis Ditahan
Polisi Tangkap dan Pecat AKP Deky yang Diduga Jadi Pelindung Bandar Narkoba Ishak di Kaltim
Menkeu Purbaya Berangkat Haji 21 Mei 2026, Persiapkan Diri Sejak Dua Pekan
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Capai Rp153,1 Triliun per April 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Energi