PARADAPOS.COM - Pengamat politik Refly Harun memprediksi kandidat yang akan diajukan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar untuk menjadi menteri di kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Menurut Refly Harun, Partai Demokrat akan mengajukan Ketua Umum-nya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai menteri di kabinet Prabowo Subianto, pun demikian dengan PAN yang mengajukan Zulkifli Hasan, dan Partai Golkar dengan Airlangga Hartarto jika masih menempati posisi ketua umum.
"Kalau yang diminta Demokrat sudah pasti kandidatnya AHY, kalau yang diminta PAN sudah pasti kandidatnya Zulkifli Hasan, kalau diminta Golkar kembali Airlangga Hartarto kalau belum ada perubahan kepemimpinan," ungkapnya, dikutip populis.id dari YouTube Refly Harun, Selasa (4/6).
Sementara diketahui, Prabowo Subianto berjanji akan merangkul semua kekuatan ketika dirinya menjadi presiden. Hal itu disampaikan saat hasil hitung cepat atau quick count raihan suara Pilpres 2024 menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran unggul jauh dibandingkan para kompetitornya.
"Kemenangan ini harus jadi kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Prabowo-Gibran dan seluruh Koalisi Indonesia Maju (KIM), kami akan merangkul semua unsur dan semua kekuatan," kata Prabowo dalam pidatonya di Istora Senayan, Kompleks GBK, Rabu (14/2/2024) malam, dikutip dari Republika.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut dirinya dan Gibran Rakabuming Raka akan menjadi presiden dan wakil presiden untuk seluruh rakyat Indonesia. Pemerintahannya kelak tidak akan membedakan-bedakan rakyat berdasarkan latar belakangnya.
"Apapun sukunya, apapun kelompok etnisnya, apapun rasnya, apapun agamanya, apapun latar belakang sosialnya, seluruh rakyat Indonesia akan menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kepentingannya," ujar Prabowo.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Kaesang Maju di Dapil Jateng V: Langkah Pembuktian Basis Jokowi dan Tantangan Langsung ke Puan Maharani
Survei SMRC dan Indikator: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Simulasi Pilpres 2029
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir