PARADAPOS.COM - Ribuan alumni SMA Negeri 2 Makassar kembali menggelar reuni nasional bertajuk Tudang Sipulung Nasional (TSN) II pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23-24 Mei 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian dan pariwisata kota. Ketua Umum IKA Smada Makassar, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufik, menegaskan bahwa komitmen untuk menggelar acara di kampung halaman merupakan langkah strategis untuk mengangkat potensi daerah.
Reuni Nasional sebagai Motor Ekonomi Lokal
Marga Taufik menjelaskan bahwa sejak awal panitia sudah sepakat untuk tidak menggelar reuni di luar Sulawesi Selatan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa mayoritas alumni berasal dari daerah tersebut.
“Kemudian kita sesuai dengan komitmen teman-teman bahwa reuni nasional ini masih di sekitar daerah Sulawesi Selatan dengan tujuannya adalah mengangkat daerah,” ujar Marga di Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, Sulawesi Selatan adalah “rumah besar” bagi para alumni. Sebagian besar dari mereka menempuh pendidikan di Makassar sebelum tersebar ke berbagai penjuru Indonesia. Oleh karena itu, momen reuni dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali potensi wisata daerah kepada para perantau yang pulang.
“Kebanyakan adalah alumni yang berasal dari sini ketika sekolah. Jadi kita angkat khususnya daerah-daerah yang mempunyai potensi, misalnya potensi wisata,” tuturnya.
Filosofi Tudang Sipulung
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Umum Bulog ini turut menjelaskan makna di balik nama acara. Istilah Tudang Sipulung, kata dia, berasal dari tradisi Bugis-Makassar yang sarat makna musyawarah.
“Jadi bahasa dari etnis Bugis Makassar, namanya Tudang Sipulung Nasional. Tudang itu artinya duduk, duduk-duduk berkumpul. Biasanya di sini itu duduk berkumpul, bermusyawarah, merumuskan ide-ide terbaik untuk mengambil keputusan,” jelasnya.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Nyata di Lapangan
Antusiasme terhadap acara ini tidak hanya datang dari internal alumni. Marga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar turut memberikan perhatian penuh. Wali Kota Makassar, lanjutnya, bahkan menyempatkan diri untuk memaparkan berbagai program pembangunan kota kepada para peserta reuni.
Kehadiran ribuan alumni dari berbagai daerah secara langsung terasa dampaknya di sektor ekonomi lokal. Hotel-hotel di pusat kota mengalami peningkatan okupansi, rumah makan dipadati pengunjung, dan destinasi wisata seperti kawasan Pantai Losari menjadi lebih ramai.
“Kalau Wali Kota bilang, spend your time, spend your money, enjoy Makassar,” ungkap Marga menirukan ajakan orang nomor satu di Makassar tersebut.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah
Selain sesi musyawarah dan silaturahmi, panitia juga menyusun serangkaian acara yang melibatkan ruang-ruang publik. Pada hari pertama, Sabtu, 23 Mei 2026, berbagai kegiatan sosial digelar. Suasana semakin semarak pada hari kedua, Minggu, 24 Mei 2026.
Ribuan peserta dijadwalkan mengikuti jalan santai sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Rute dimulai dari kawasan ikonik Pantai Losari dan berakhir di Benteng Rotterdam, salah satu cagar budaya bersejarah di Makassar. Tidak hanya itu, karnaval antarangkatan dengan beragam tema, mulai dari pakaian adat hingga budaya daerah, turut memeriahkan acara.
“Secara langsung ini bisa mengangkat membantu perekonomian daerah setempat juga,” kata Marga menegaskan kembali optimisme terhadap dampak positif dari reuni akbar ini.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Azerbaijan Rayakan 108 Tahun Kemerdekaan, Tawarkan Beasiswa dan Kerja Sama Pendidikan ke Indonesia
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan
BMKG Peringatkan El Nino Super Mulai Juni 2026, Ancaman Kemarau Ekstrem di Jawa hingga Nusa Tenggara
John Herdman Panggil 44 Pemain untuk TC Timnas Jelang Lawan Oman dan Mozambik