PARADAPOS.COM - Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Prancis kini harus berhadapan dengan meja hijau setelah mengaku menikam teman sebayanya hingga tewas. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah lokasi perkemahan di Villevaude, pinggiran Paris, pada Sabtu lalu. Pemicunya diduga berasal dari pertengkaran sepele: penolakan berteman di media sosial TikTok oleh seorang gadis. Tersangka telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan berencana dan ditahan sambil menunggu sidang lanjutan pada Kamis (28/5).
Kronologi Berawal dari Ajakan Berteman
Rangkaian peristiwa yang berujung maut ini tampaknya dipicu oleh hal sederhana. Tersangka disebut berulang kali mencoba menambahkan seorang gadis sebagai kontak di TikTok, namun selalu ditolak. Situasi kemudian memanas setelah terjadi panggilan telepon antara tersangka dan gadis tersebut pada hari Sabtu.
Saat percakapan berlangsung, seorang remaja lain—yang merupakan pacar dari teman dekat gadis itu—mengambil alih telepon. Ia menantang tersangka untuk berkelahi di lokasi perkemahan. Tantangan itulah yang akhirnya menggiring kedua remaja laki-laki itu ke pertemuan nahas.
Penyerangan dan Penangkapan
Menurut Jaksa Penuntut, Bladier, korban diserang oleh dua orang di area perkemahan. Ia menderita luka tusukan fatal di bagian dada yang langsung merenggut nyawanya. Sementara itu, tersangka berusia 17 tahun tidak langsung melarikan diri.
Ia justru datang ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di pinggiran Paris pada Sabtu malam. Saat itu, tangannya terluka akibat tusukan pisau. Kepada petugas medis, ia mengaku bahwa lukanya disebabkan oleh kecelakaan. Namun, saksi mata di lokasi kejadian telah mengidentifikasinya, dan polisi segera melakukan penangkapan.
Pengakuan Tersangka di Hadapan Penyidik
"Tersangka mengatakan kepada penyidik bahwa ia pergi ke lokasi perkemahan, dengan membawa pisau, untuk menunjukkan bahwa ia tidak takut," ungkap Bladier.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, remaja tersebut mengaku kehilangan kendali atas emosinya. Ia bersikeras tidak memiliki niat untuk membunuh. "Tersangka mengatakan ia kehilangan akal dan tidak bermaksud membunuh," lanjut jaksa.
Catatan Kriminal dan Kaki Tangan yang Masih Buron
Investigasi mengungkap bahwa tersangka ternyata bukan wajah baru di hadapan hukum. Ia memiliki catatan kriminal remaja, termasuk kasus kekerasan terhadap kerabat yang lebih tua dan kepemilikan senjata. Hal ini menambah lapisan serius dalam persidangan yang akan datang.
Jaksa penuntut juga menyebutkan bahwa seorang teman tersangka diduga bertindak sebagai kaki tangan di lokasi perkemahan. Hingga berita ini diturunkan, identitas orang tersebut masih belum diketahui dan belum berhasil dilacak oleh aparat. Sidang lanjutan pada Kamis nanti dijadwalkan akan menjadi babak baru dalam mengungkap seluruh rangkaian peristiwa kelam ini.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Delapan dari Sepuluh Warga Kanada Nilai Amerika Serikat di Jalur yang Salah
BMKG: Hujan Ringan Landa Jakarta Selatan dan Timur, Cerah di Barat dan Kepulauan Seribu
Jadwal Salat Bandung Hari Ini, Subuh 04:34 hingga Isya 18:56 WIB
PT Finnet Indonesia Salurkan 20 Laptop dan 6 TV Bekas Pakai ke Dua Yayasan Sosial di Jakarta