PARADAPOS.COM - Pabrik milik Semcorp Group, produsen baterai lithium asal Tiongkok, di Debrecen, Hungaria, resmi dihentikan operasinya oleh otoritas lingkungan setempat pada 24 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah ditemukan pencemaran air tanah yang parah, di mana kadar aluminium di sekitar lokasi pabrik dilaporkan melampaui ambang batas standar hingga lebih dari 13.000 kali lipat. Perintah penghentian produksi ini memicu reaksi keras dari pemerintah kota yang bahkan telah mengajukan tuntutan pidana terhadap perusahaan tersebut.
Kebocoran Februari dan Temuan Mengejutkan
Insiden ini bermula pada Februari lalu, ketika terjadi kebocoran bahan kimia di dekat pabrik Semcorp. Saat itu, pihak perusahaan menyatakan bahwa cairan yang bocor hanyalah air kondensasi dan tidak mengandung zat berbahaya. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sampel air tanah justru menunjukkan angka yang mencengangkan. Konsentrasi aluminium ditemukan berada pada level yang sangat ekstrem, melebihi batas aman ribuan kali lipat.
“Pemerintah Kota Debrecen tidak dapat lagi mentoleransi pelanggaran lingkungan yang dilakukan pabrik ini,” demikian pernyataan resmi dari pihak kota. Mereka mendukung penuh keputusan penghentian produksi oleh otoritas lingkungan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pabrik tersebut akan ditutup secara permanen di masa mendatang.
Reaksi Parlemen dan Prospek Penutupan Panjang
Anggota parlemen Debrecen dari Partai Tisza, Tárkányi, memberikan pernyataan tegas melalui akun Facebook-nya. Ia menulis bahwa pabrik Semcorp di Debrecen akan ditutup dalam jangka waktu yang “panjang”. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa operasional pabrik tidak akan kembali normal dalam waktu dekat.
CATL Juga Terseret Kontroversi Lingkungan
Semcorp bukan satu-satunya perusahaan baterai asal Tiongkok yang menghadapi masalah di Hungaria. CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited), raksasa baterai lainnya, juga terlibat dalam kontroversi serupa. Pada 5 Mei lalu, pabrik CATL di Debrecen kedapatan membuang limbah cair berwarna hijau ke sistem saluran pembuangan kota. Padahal, seharusnya limbah tersebut diserahkan kepada lembaga pengolah limbah profesional.
Menanggapi temuan itu, CATL memberikan penjelasan. Perusahaan menyebut bahwa selama pengujian tangki penyimpanan terjadi penyumbatan pada saluran pipa, sehingga cairan yang mengandung pewarna hijau meluap. “Zat tersebut tidak beracun,” tegas perusahaan, seraya menyatakan akan bekerja sama dalam penyelidikan. Meskipun perbaikan telah selesai dilakukan dalam batas waktu yang ditentukan, CATL tetap dikenai denda atas pelanggaran tersebut.
Proses Hukum dan Pencabutan Izin
Pada 5 Juni, Pemerintah Kabupaten Hajdú-Bihar memulai proses hukum terhadap CATL. Tak berhenti di situ, otoritas pengelola air dan perlindungan lingkungan Hungaria kemudian mencabut izin CATL untuk melakukan pra-pengolahan limbah industri. Perusahaan juga diperintahkan untuk membersihkan sistem saluran pembuangan dan limbah yang terdampak.
Perubahan Haluan Politik dan Dampaknya pada Investasi Tiongkok
Sejak tahun 2021, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Viktor Orbán, Hungaria gencar mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Kebijakan ini menarik sejumlah perusahaan baterai besar asal Tiongkok untuk mendirikan pabrik di negara tersebut. Hungaria pun menjelma menjadi salah satu pintu masuk utama industri energi baru Tiongkok ke pasar Eropa.
Namun, angin politik berubah setelah pemilu pada April tahun ini yang dimenangkan oleh Partai Tisza. Pemerintahan baru menyatakan akan memperketat peninjauan terhadap proyek-proyek investasi asal Tiongkok. Fokus utama evaluasi ini adalah dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat setempat. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan investasi antara Tiongkok dan Hungaria, yang kini dihadapkan pada tuntutan kepatuhan lingkungan yang lebih ketat.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jokowi Pasti Hadir di Sidang Roy Suryo, Bawa Ijazah Asli SD hingga SMA
Menteri PU Pastikan Pelebaran Jalan di Kawasan Industri Banten Jadi Empat Lajur
Menteri ESDM Targetkan Transisi B40 ke B50 Tuntas dalam Dua Bulan, Hemat Devisa Rp170 Triliun
Menteri ESDM Resmi Luncurkan B50, Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja