Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Tengah Sinyal Diplomatik AS-Iran dan Ketegangan Geopolitik

- Jumat, 10 Juli 2026 | 01:50 WIB
Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Tengah Sinyal Diplomatik AS-Iran dan Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah sempat melonjak tajam di sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah sorotan pelaku pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran ingin mencapai kesepakatan. Meski demikian, ketegangan geopolitik yang meningkat masih membayangi prospek pemulihan pasokan minyak global.

Koreksi Setelah Reli Tajam

Mengutip data pasar, Jumat, 10 Juli 2026, harga minyak mentah Brent kontrak September turun 2,7 persen menjadi 75,88 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak AS terkoreksi 2,6 persen menjadi 71,64 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah reli signifikan pada perdagangan sebelumnya. Brent sempat melonjak lebih dari lima persen dan ditutup di level tertinggi sejak 19 Juni. WTI pun naik lebih dari empat persen, mencapai posisi tertinggi sejak 22 Juni. Premi risiko geopolitik meningkat tajam menyusul eskalasi terbaru antara AS dan Iran. Ketegangan ini menjadi yang terbesar sejak kedua negara menandatangani kesepahaman perdamaian sementara pada bulan lalu.

Eskalasi Serangan Militer

Sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial, militer AS pada Selasa dan Rabu melancarkan serangan ke sekitar 170 target di Iran. Target tersebut meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam. Media pemerintah Iran kemudian melaporkan bahwa angkatan bersenjata negara itu membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan. Situasi di lapangan masih terus berkembang, dengan kedua pihak saling menunjukkan kekuatan.

Harapan Jalur Diplomatik AS-Iran

Dalam rangkaian KTT Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) di Turki, Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Ia juga menegaskan bahwa serangan terbaru merupakan bentuk balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial. "Saya katakan kita akan membalas dengan perbandingan 20 banding 1 setiap kali mereka menyerang kita, kita akan membalas dengan 20 kali lipat. Ketika mereka menyerang, kita akan membalas dengan jauh lebih keras," kata Trump. Trump juga mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi pemerintah AS untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan. "Mereka menelepon beberapa waktu lalu. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," ucap dia. "Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu. Itulah masalahnya," jelas Trump menambahkan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menilai kedua negara masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik. Namun, kehati-hatian masih menyelimuti sentimen pasar mengingat belum ada kepastian mengenai kelanjutan negosiasi.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler