Pembangunan SMA Unggul Garuda di Bulungan Dikebut dengan Sistem Tiga Shift, Target Serah Terima Parsial Juli 2026

- Rabu, 03 Juni 2026 | 22:50 WIB
Pembangunan SMA Unggul Garuda di Bulungan Dikebut dengan Sistem Tiga Shift, Target Serah Terima Parsial Juli 2026
PARADAPOS.COM - Pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kini memasuki fase percepatan. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas dua puluh hektare ini dikerjakan dengan sistem tiga shift alias non-stop selama 24 jam. Langkah agresif ini diambil untuk memastikan target serah terima parsial pada Juli 2026 tercapai, dengan penyelesaian total dijadwalkan pada September tahun yang sama.

Mengapa Sistem Tiga Shift?

Penerapan sistem kerja tiga shift bukan tanpa alasan. Di lapangan, terlihat bagaimana para pekerja bergantian mengoperasikan alat berat dan menyelesaikan struktur bangunan utama. Metode ini dipilih karena proyek ini memiliki tenggat waktu yang ketat. Dengan bekerja siang dan malam, kontraktor berharap dapat mengantisipasi berbagai kendala teknis dan cuaca yang kerap melanda wilayah Kalimantan Utara.

Fokus pada Infrastruktur Pendidikan

SMA Unggul Garuda dirancang sebagai salah satu proyek prioritas di bidang pendidikan. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan fasilitas sekolah bertaraf nasional di wilayah perbatasan. Dari pantauan di lokasi, fondasi bangunan utama dan beberapa fasilitas penunjang sudah mulai terlihat. Progres ini menjadi indikator bahwa pengerjaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Target Bertahap hingga Finalisasi

Manajemen proyek membagi penyelesaian menjadi dua tahap besar. Tahap pertama adalah serah terima parsial pada Juli 2026. Ini berarti sebagian ruang kelas dan fasilitas inti harus sudah bisa difungsikan. Baru kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian menyeluruh pada September 2026. “Kami targetkan Juli sudah bisa dipakai sebagian, sisanya rampung total di September,” ungkap salah satu perwakilan kontraktor yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi.

Kondisi di Lapangan

Suara mesin dan dentuman palu masih terdengar jelas di area proyek. Debu tanah merah beterbangan ditiup angin dari arah pesisir. Namun, di balik hiruk-pikuk itu, terlihat koordinasi yang rapi antara tim sipil, arsitek, dan pengawas. Setiap shift memiliki mandor yang bertanggung jawab memastikan standar kualitas tetap terjaga, meskipun pekerjaan berlangsung cepat. Dengan percepatan ini, publik berharap SMA Unggul Garuda dapat segera beroperasi dan menjadi pusat pendidikan unggulan di Kalimantan Utara.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler