Megawati Terima Anugerah Tertinggi Timor Leste atas Peran Rekonsiliasi Dua Negara

- Kamis, 04 Juni 2026 | 02:25 WIB
Megawati Terima Anugerah Tertinggi Timor Leste atas Peran Rekonsiliasi Dua Negara
PARADAPOS.COM - Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Dili, Timor Leste, pada Juli 2026. Kunjungan ini merupakan respons atas undangan langsung dari Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. Dalam agenda tersebut, Megawati dijadwalkan menerima anugerah tertinggi negara, yakni 'Grand Collar Order of Timor Leste', sebagai bentuk pengakuan atas perannya dalam membuka jalan rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste. Penghargaan ini diberikan atas jasa Megawati yang pada 20 Mei 2002, saat masih menjabat sebagai Presiden RI, hadir langsung di Timor Leste untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan negara tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan resminya pada Kamis (4/6/2026).

Tim Pendahulu Sudah Tiba di Dili

Hasto sendiri telah tiba lebih awal di Dili bersama tim pendahulu. Kedatangannya bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis dan protokoler kunjungan Megawati yang akan berlangsung bulan depan. Ia datang didampingi sejumlah petinggi partai. Di antaranya adalah Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. Begitu tiba, rombongan langsung bergerak menuju Istana Presiden Timor Leste. Di sana, Hasto diterima oleh Vicky Tchong dan tim dari Kantor Kepresidenan yang bertanggung jawab penuh atas kelancaran kunjungan Megawati. "Dalam pertemuan disampaikan selain menghadiri penganugerahan Grand Collar Order of Timor Leste dan bertemu dengan Presiden Ramos Horta, Ibu Megawati juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, bertemu dengan tokoh masyarakat Indonesia di Dili, dan mengunjungi situs bersejarah kedua negara," ujar Hasto.

Membahas Kerja Sama Bilateral

Pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak hanya sebatas agenda kunjungan. Delegasi PDIP juga mendiskusikan detail kerja sama untuk mempererat persahabatan kedua negara. Hal ini mencakup kerja sama antarpartai politik serta hubungan kemasyarakatan yang lebih erat. Hasto menyoroti peran aktif sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia di Timor Leste. Menurutnya, kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bukti nyata hubungan ekonomi yang strategis. "Kami cukup bangga bahwa beberapa BUMN kita seperti Pertamina, BRI, Mandiri, Waskita Karya, Hutama Karya, Pegadaian dll, sangat aktif dalam kegiatan perekonomian di Timor Leste," sebut Hasto.

Pertemuan Hangat dengan Presiden Ramos Horta

Dalam rangkaian kunjungan pendahuluan ini, Hasto juga berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden Jose Ramos Horta. Pertemuan tersebut berlangsung hangat meskipun sang presiden baru saja tiba dari perjalanan luar negeri. "Kami berbincang hangat dengan Presiden Ramos Horta. Beliau menitipkan salam hangat kepada Ibu Megawati dan menantikan kedatangan Ibu Megawati di Dili. Presiden menginstruksikan timnya yang juga ikut dalam pertemuan untuk membantu agar lawatan Ibu Megawati berjalan dengan lancar dan sukses," urai Hasto. Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa diskusi juga menyentuh upaya penguatan hubungan kedua negara yang bertetangga. "Kami juga membahas bagaimana menguatkan hubungan kedua negara yang bertetangga," lanjutnya. Dalam pertemuan tersebut, Hasto juga menekankan pentingnya kerjasama antarpartai. Fokusnya adalah pada pelembagaan partai dan cara menjaga demokrasi di masing-masing negara. Menariknya, Presiden Ramos Horta menunjukkan pemahamannya terhadap ideologi PDIP. Ia menyinggung kesamaan antara istilah Marhaen di Indonesia dengan Maubere di Timor Leste. "Presiden Ramos Horta menyampaikan bahwa ada kesamaan antara Marhaen dan Maubere. Maubere adalah istilah dalam bahasa Tetum yang merujuk pada rakyat jelata, kaum petani, atau penduduk asli Timor-Leste," sebut Hasto.

Pendidikan dan Sumber Daya Manusia

Presiden Ramos Horta juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia berpendapat bahwa pendidikan saja tidak cukup tanpa dibekali pengalaman dan keahlian. Oleh karena itu, reformasi pendidikan nasional dinilai sangat diperlukan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden memperkenalkan program Human Capital Development Fund. Mekanisme pemerintah ini telah didirikan sejak tahun 2011, yang berfokus pada pelatihan dan beasiswa guna membangun keterampilan serta kapasitas profesional bangsa Timor Leste. Sebagai penutup pertemuan yang penuh keakraban, Hasto menyerahkan cinderamata berupa kain batik kepada Presiden Ramos Horta.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler