IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen, Arus Modal Asing Keluar Capai Rp67 Triliun

- Kamis, 04 Juni 2026 | 05:25 WIB
IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen, Arus Modal Asing Keluar Capai Rp67 Triliun
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, dengan koreksi lebih dari empat persen. Pelemahan ini dipicu oleh krisis kepercayaan investor terhadap pasar domestik, yang diperparah oleh faktor internal seperti pelemahan rupiah dan arus keluar dana asing. IHSG tercatat turun 246,14 poin atau 4,14 persen ke level 5.694,91, setelah sehari sebelumnya ditutup di posisi 5.941,07.

Koreksi Tajam dan Sinyal Krisis Kepercayaan

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai koreksi ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Menurutnya, tembusnya level psikologis 6.000 dan penutupan di 5.941 pada 3 Juni 2026 adalah alarm serius. "Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius," jelasnya.

Sentimen Domestik Jadi Sorotan

Hendra menekankan bahwa tekanan terhadap bursa saham Indonesia tidak semata-mata berasal dari gejolak global. Justru, sejumlah sentimen domestik memperburuk situasi. Pelemahan nilai tukar rupiah, kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar dana asing menjadi faktor utama yang mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di Indonesia. Menariknya, kondisi ini kontras dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru bergerak menguat. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan lebih banyak bersumber dari dalam negeri. "Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," ujarnya. Ia menambahkan, pergerakan pasar lebih banyak ditentukan oleh persepsi risiko dan prospek ekonomi ke depan, bukan sekadar pernyataan optimistis mengenai fundamental ekonomi. Ketika kepastian kebijakan berkurang, pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi. "Kepercayaan investor merupakan aset yang sangat mahal nilainya. Ketika kepastian kebijakan berkurang dan pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi ke depan, investor cenderung memilih menunggu atau bahkan memindahkan dananya ke negara lain yang dianggap lebih stabil," ungkap Hendra.

Dana Asing Keluar Rp67 Triliun

Dari sisi arus modal, tekanan semakin nyata. Pada perdagangan Kamis, investor asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp864 miliar. Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai sekitar Rp67 triliun. Besarnya arus keluar modal tersebut memberikan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Hendra memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi selama arus keluar dana asing berlanjut dan belum muncul katalis positif yang mampu mengembalikan kepercayaan investor global. Meski demikian, ia menilai sejumlah saham unggulan kini mulai menawarkan valuasi yang menarik bagi investor jangka panjang setelah mengalami koreksi cukup dalam. "Oleh karena itu, kemungkinan IHSG masih dapat mengalami tekanan lanjutan dan menguji area psikologis berikutnya di sekitar 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan baru dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap," tuturnya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler