Mantan Wamenaker Noel Peringatkan Prabowo soal Ancaman Eskalasi Politik dan 98 Jilid 2

- Jumat, 05 Juni 2026 | 07:00 WIB
Mantan Wamenaker Noel Peringatkan Prabowo soal Ancaman Eskalasi Politik dan 98 Jilid 2

PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memprediksi akan terjadi eskalasi politik besar dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi mengguncang pemerintahan. Peringatan ini disampaikan Noel usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis (4/6). Menurutnya, konsolidasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga organisasi masyarakat sipil, telah terbangun dan siap bergerak jika muncul pemicu tertentu.

Peringatan dari Ruang Sidang

Suasana usai sidang terasa berat. Noel, yang baru saja mendengarkan putusan hakim, justru menyempatkan diri untuk menyampaikan pandangannya tentang situasi kebangsaan. Ia tidak langsung meninggalkan gedung pengadilan, melainkan berhenti sejenak di area lobi untuk memberikan pernyataan kepada awak media. Di hadapan para wartawan, Noel mengaku melihat adanya penggalangan kekuatan yang melibatkan mahasiswa, buruh, hingga kelompok masyarakat sipil.

"Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya menggulingkan pemerintahan Prabowo. Konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang," kata Noel dengan nada tegas.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi tersebut mencakup kalangan yang luas dan terorganisir. Noel menekankan bahwa situasi ini berpotensi berkembang menjadi gerakan besar apabila pemerintah tidak mampu membaca dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

Ancaman '98 Jilid 2

Noel bahkan menyinggung kemungkinan munculnya gelombang protes yang menyerupai peristiwa Reformasi 1998. Ia menyebut faktor ekonomi menjadi pemicu utama yang dapat memengaruhi kondisi sosial dan politik nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan menjadi sinyal bahaya yang ia soroti.

"'98 jilid 2 bisa terjadi tidak lama lagi jika Pak Prabowo tidak peka terhadap situasi ini," ujarnya.

Menurut Noel, indikator-indikator ekonomi tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. "Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, IHSG juga babak belur. Itu salah satu indikator bahwa ke depan bisa muncul gejolak sosial yang berawal dari gejolak ekonomi," tuturnya.

Mencari Kawan Strategis

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Noel menyarankan Presiden Prabowo memperkuat dukungan dari kelompok dan kekuatan politik yang dinilainya memiliki loyalitas tinggi. Ia menyebut PDI Perjuangan (PDIP) dan kelompok yang dipimpin Habib Rizieq Shihab sebagai kekuatan yang memiliki basis loyalitas yang kuat.

"Pak Prabowo harus mencari kawan yang strategis dan loyal. PDIP punya loyalitas ideologis, sementara barisan Habib Rizieq juga memiliki loyalitas kepemimpinan yang kuat," katanya.

Noel juga mengingatkan agar Presiden tidak terlalu bergantung kepada pihak-pihak yang hanya berorientasi pada jabatan maupun kepentingan materi. Ia menekankan pentingnya memilih sekutu yang memiliki komitmen ideologis dan loyalitas jangka panjang.

"Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang orientasinya hanya jabatan dan uang. Kasihan, Pak Prabowo, karena orientasi kerakyatannya menurut saya sudah luar biasa," ujar Noel.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler