BRI Siapkan Buyback Rp500 Miliar, Ikuti Desakan DPR Jaga Stabilitas Pasar

- Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
BRI Siapkan Buyback Rp500 Miliar, Ikuti Desakan DPR Jaga Stabilitas Pasar
PARADAPOS.COM - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp500 miliar. Aksi korporasi ini akan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026, menggunakan dana dari kas internal perusahaan. Langkah ini diambil di tengah desakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) turut serta menjaga stabilitas pasar keuangan melalui buyback saham.

Buyback BRI: Rincian dan Mekanisme Pelaksanaan

Manajemen BRI menjelaskan bahwa proses buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia. Pelaksanaannya bisa bertahap atau sekaligus, dan harus rampung paling lambat tiga bulan setelah keterbukaan informasi diterbitkan. “Buyback dilakukan melalui Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus dan diselesaikan paling lambat 3 bulan setelah keterbukaan informasi buyback diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6). Nilai buyback sebesar Rp500 miliar tersebut belum termasuk biaya transaksi. Manajemen memperkirakan biaya tambahan seperti komisi perantara pedagang efek tidak akan melebihi 0,3 persen dari total nilai buyback. Perseroan memastikan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan. Jumlah saham hasil buyback atau treasury stock yang dimiliki BRI dipastikan tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor, sesuai regulasi yang berlaku.

Dampak Buyback terhadap Kinerja Keuangan

Dari sisi fundamental, manajemen BRI menilai aksi korporasi ini tidak akan mengurangi kekayaan bersih perseroan hingga di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib. Dampaknya terhadap pendapatan, biaya operasional, maupun indikator keuangan perusahaan diperkirakan tidak signifikan. “Berdasarkan analisis perseroan, tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan adanya buyback 2026 terhadap indikator keuangan perseroan,” tulis manajemen.

Desakan DPR untuk Stabilitas Pasar

Langkah BRI ini tidak lepas dari situasi pasar yang sempat tertekan. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Tekanan tersebut sempat menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah. Dasco bahkan mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan menjual valuta asing tersebut. Ia meyakini rupiah berpotensi menguat dalam waktu dekat. “Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6). Menurut Dasco, pelemahan IHSG dalam beberapa waktu terakhir tidak mencerminkan kondisi fundamental sejumlah perusahaan besar. Ia mencontohkan BUMN dan perusahaan swasta yang menjalankan proyek-proyek strategis. Karena itu, ia mendorong anggota Himbara untuk melakukan buyback saham. Selain perbankan pelat merah, Dasco juga menilai perusahaan-perusahaan BUMN lainnya dapat mempertimbangkan langkah serupa ketika harga saham mengalami tekanan. “Kemudian lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar tentunya melihat atau melakukan transaksi pembelian pada saat keadaan pasar seperti kemarin (anjlok),” ujar Dasco.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar