Danantara Pisahkan Fungsi Pengelolaan Aset dan Investasi untuk Lindungi BUMN

- Senin, 15 Juni 2026 | 05:50 WIB
Danantara Pisahkan Fungsi Pengelolaan Aset dan Investasi untuk Lindungi BUMN
PARADAPOS.COM - Jakarta, 15 Juni 2026 – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, memastikan lembaga tersebut dirancang dengan mekanisme perlindungan risiko sejak awal. Kunci dari mekanisme ini adalah pemisahan tegas antara fungsi pengelolaan aset dan fungsi investasi. Skema ini disiapkan agar aktivitas investasi tidak mengganggu kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi fondasi utama Danantara.

Dua Fungsi Utama yang Saling Melengkapi

Dony menjelaskan, pemisahan fungsi tersebut merupakan bagian dari desain institusi sejak awal pembentukan. Menurutnya, Danantara memiliki dua fungsi utama yang berjalan beriringan namun terpisah: pengelolaan portofolio BUMN dan pengelolaan investasi. " Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya," ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (15/6/2026). Pemisahan ini, lanjutnya, sangat krusial. Tujuannya agar risiko yang timbul dari kegiatan investasi tidak langsung berdampak pada aset-aset BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara. Dengan skema tersebut, keberlanjutan Danantara dinilai sangat bergantung pada kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang masuk dalam portofolionya.

Mitigasi Risiko untuk Stabilitas Aset Negara

Lebih dari sekadar pembagian tugas, pemisahan fungsi ini menjadi instrumen mitigasi risiko yang vital. Instrumen ini dirancang untuk menjaga stabilitas aset negara sekaligus memastikan setiap langkah investasi tetap berjalan secara terukur dan penuh perhitungan. Dengan kata lain, Danantara ingin memastikan bahwa kegiatan investasi tidak akan mengorbankan kesehatan BUMN yang sudah ada.

Sumber Dana Investasi: Bukan dari Aset Pokok

Dony juga memberikan penegasan penting mengenai sumber dana investasi. Ia menekankan bahwa dana tersebut sama sekali tidak berasal dari aset pokok BUMN. Sumbernya justru berasal dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN-BUMN yang sehat. "Yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya. Model ini, menurut Dony, dirancang agar pengembangan investasi tetap produktif tanpa mengganggu aset inti milik negara. Dengan kata lain, Danantara berinvestasi dari keuntungan yang sudah diraih, bukan dengan menjual atau menggadaikan aset negara.

Pentingnya Tata Kelola yang Transparan

Di tengah sorotan publik yang tajam terhadap pengelolaan BUMN dan aset negara, Dony menilai penting untuk terus menjelaskan mekanisme pemisahan fungsi ini kepada masyarakat. Langkah itu, tuturnya, diperlukan agar publik memahami landasan kebijakan pemerintah, arah pengelolaan Danantara, serta tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Ia juga menekankan bahwa tata kelola atau governance dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan negara harus dijalankan secara disiplin dan transparan. Dengan fondasi yang kokoh ini, Danantara diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai instrumen pengelolaan aset negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pemisahan risiko investasi.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar