Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Transisi Energi

- Senin, 15 Juni 2026 | 07:50 WIB
Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Transisi Energi
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier sepakat memperkuat kemitraan bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, hingga pendidikan dan ketenagakerjaan. Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Kedua pemimpin negara menegaskan komitmen untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Komitmen Perdagangan dan Investasi

Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral. “Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo dalam joint statement bersama Presiden Steinmeier di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Kepala Negara juga menekankan pentingnya hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa. Ia berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai kesimpulan substantif. “Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga segera memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara,” tutur Prabowo.

Undangan Investasi di Sektor Prioritas

Pemerintah Indonesia secara terbuka mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sejumlah sektor prioritas. Prabowo menyebutkan bidang transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor sebagai peluang yang menjanjikan. “Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga pengembangan infrastruktur kita,” jelasnya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperdalam rantai pasok global dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi Eropa. Suasana di ruang pertemuan tampak hangat ketika kedua pemimpin saling bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama jangka panjang.

Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

Tak hanya investasi, isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama. Presiden Prabowo menyatakan keinginannya untuk memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi. Hal ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi tenaga profesional Indonesia untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja Eropa, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Pandangan Presiden Steinmeier

Sementara itu, Presiden Steinmeier mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk memperkuat hubungan kemitraan di tengah kondisi dunia yang terguncang akibat konflik antarnegara. Menurut dia, sangat penting bagi kedua negara memperdalam kemitraannya di berbagai sektor seperti perubahan iklim maupun pendidikan. “Di mana situasi dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan dunia yang makin meningkat, dalam situasi ini kemitraan antara Jerman dan Indonesia sangat berarti, ini merupakan kemitraan antara kedua negara yang saling berkomitmen untuk dasar hukum yang tetap dan itu menjadi ikatan kedua negara, sejak deklarasi Jakarta tahun 2012,” ujar Presiden Steinmeier. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Jerman bukanlah sekadar kerja sama dagang biasa, melainkan sebuah ikatan strategis yang berakar pada komitmen terhadap hukum dan stabilitas global.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar