Prabowo Undang Jerman Investasi Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang demi Percepat Transformasi Ekonomi

- Senin, 15 Juni 2026 | 09:25 WIB
Prabowo Undang Jerman Investasi Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang demi Percepat Transformasi Ekonomi
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengundang pemerintah Jerman untuk memperluas investasi di sejumlah sektor strategis Indonesia, dengan fokus utama pada pengembangan mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earth). Undangan ini disampaikan langsung dalam pernyataan pers bersama Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat rantai pasok industri bernilai tambah tinggi dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Peluang Investasi di Sektor Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Jerman saat ini memiliki momentum emas untuk memperdalam kemitraan investasi. Menurutnya, peluang itu terbuka lebar, terutama di sektor-sektor yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga dalam pengembangan infrastruktur kita,” ujar Prabowo saat memberikan pernyataan pers bersama Steinmeier. Ia optimistis bahwa keterlibatan aktif perusahaan-perusahaan raksasa Jerman di sektor-sektor krusial tersebut bakal mempercepat transformasi ekonomi nasional. Bukan hanya mampu melipatgandakan nilai ekonomi komoditas dalam negeri, kolaborasi ini juga diyakini dapat mempercepat realisasi target pengembangan energi bersih dan industri berteknologi tinggi di Indonesia.

Fokus pada Transisi Energi dan Hilirisasi Industri

Pemerintah Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi di bidang transisi energi serta hilirisasi industri. Salah satu prioritas utama yang ditawarkan adalah akselerasi ekosistem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), yang kini tengah menjadi agenda prioritas pemerintah. Di luar sektor energi, pertemuan bilateral itu juga menyoroti penguatan kerja sama di sektor manufaktur mutakhir. Indonesia mendorong pengembangan industri semikonduktor sebagai langkah strategis untuk mendongkrak kapasitas teknologi nasional. “Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia,” tegas Prabowo dalam kesempatan yang sama.

Komitmen Membangun Rantai Pasok Bernilai Tambah Tinggi

Langkah ini diambil karena Indonesia berkomitmen penuh untuk melibatkan mitra-mitra strategis seperti Jerman dalam membangun rantai pasok industri berbasis sumber daya alam. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap nilai tambah dari setiap komoditas yang dihasilkan dapat dinikmati secara maksimal di dalam negeri. Suasana pertemuan di Istana Merdeka berlangsung hangat. Kedua pemimpin negara tampak serius membahas peta jalan kerja sama yang lebih konkret. Di sela-sela pernyataan pers, Prabowo dan Steinmeier terlihat sesekali bertukar pandangan, menandakan adanya kesepahaman yang mendalam mengenai arah kolaborasi ke depan. Dengan adanya undangan ini, Indonesia berharap Jerman tidak hanya menjadi mitra dagang, tetapi juga menjadi bagian integral dari rantai pasok global yang sedang dibangun dari tanah air.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar