PARADAPOS.COM - Seorang Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) mengaku menerima sejumlah uang saat bertemu dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Pengakuan ini viral setelah para jajaran BEM UBK disidang oleh mahasiswa yang kesal dengan dugaan praktik suap tersebut. Sidang digelar di tengah kampus dan disaksikan oleh ratusan mahasiswa lainnya. Dalam forum tersebut, seorang wakil ketua BEM mengungkapkan daftar harga yang diterima para petinggi BEM, dengan total dugaan mencapai Rp20 juta. Uang tersebut diduga diterima dari oknum polisi sebelum aksi demonstrasi pada Senin, 15 Juni 2026, dan kemudian dibagi rata.
Kronologi Sidang Mahasiswa di Tengah Kampus
Suasana di lingkungan kampus UBK memanas ketika para mahasiswa menyoraki jajaran BEM yang terlibat. Mereka disidang secara terbuka di hadapan ratusan mahasiswa lainnya. Sorakan dan kecaman terdengar jelas saat para petinggi BEM mengakui penerimaan uang tersebut. Sidang ini digelar sebagai bentuk desakan mahasiswa yang menuntut transparansi atas pertemuan para pengurus BEM dengan Wakil Presiden Gibran.
Pengakuan Wakil Ketua BEM dan Daftar Harga
Dalam kesaksiannya, Wakil Ketua BEM UBK, Rafly Maulana Akbar, mengaku menerima uang sebesar Rp2 juta. Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, mengaku menerima uang sebesar Rp6 juta. Uang tersebut diterima setelah aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran pada Senin, 15 Juni 2026.
Berdasarkan pengakuan Abdi Maludin di hadapan mahasiswa, berikut daftar harga yang diterima jajaran BEM UBK:
1. Ketua BEM FH sebesar Rp6 juta
2. Wakil Ketua BEM sebesar Rp2,5 juta
3. Ketua BEM FEB sebesar Rp2 juta
4. Wakil Ketua BEM FEB sebesar Rp2 juta
5. M T sebesar Rp2,5 juta
6. Senior HMI sebesar Rp2,5 juta
7. Senior HMI sebesar Rp2,5 juta
Forum Transparansi yang Berlangsung Alot
Na’ilah Panrita Hartono, seorang mahasiswa FH UBK yang turut hadir dalam forum tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan itu digelar setelah muncul desakan dari mahasiswa yang meminta transparansi.
"Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa. Akhirnya disepakati untuk mengadakan forum agar semuanya bisa dijelaskan secara terbuka," kata Na’ilah saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, forum sempat berlangsung alot karena Abdi tidak hadir sejak awal kegiatan. Para mahasiswa terus mendesak agar semua pihak yang terlibat memberikan klarifikasi secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Lontarkan Candaan soal BBM dan Tepuk Tangan Meriah saat Tutup Munas NU 2026
16 Jemaah Haji Embarkasi Batam Meninggal di Tanah Suci hingga Pertengahan Juni 2026
Mendagri Tito Karnavian Beri Penghargaan ke Kepala Daerah Papua, Siapkan Insentif Fiskal Rp64 Miliar
AC Milan Masuk Daftar Pemantau Situasi Lucas Bergvall di Tengah Ketidakpastian Menit Bermain di Tottenham