PARADAPOS.COM - Suasana studio Hotroom Metro TV berubah tegang ketika diskusi beralih ke kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Roy Suryo sebagai tersangka. Debat terbuka antara kuasa hukum resmi Presiden Joko Widodo, perwakilan relawan pelapor, dan tim kuasa hukum Roy Suryo memanas terutama saat menyikapi keputusan Kejaksaan yang tidak melakukan penahanan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut. Inti permasalahan berpusat pada perbedaan reaksi antara sikap resmi Istana dan gelombang protes dari kalangan relawan di media sosial.
Sikap Resmi Kubu Jokowi: Menghormati Proses Hukum
Yakup Hasibuan, yang bertindak sebagai kuasa hukum resmi Joko Widodo, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan keputusan Kejaksaan. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap atau P-21 dan siap untuk disidangkan. Ia menjelaskan bahwa tidak ada protes atau keberatan yang diajukan terkait status penahanan Roy Suryo.
"Dari awal Pak Jokowi tidak pernah mempermasalahkan mengenai penahanan. Setelah kita update bahwa sudah dilimpahkan dan tidak dilakukan penahanan, beliau sangat biasa saja," ungkap Yakup Hasibuan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dari sudut pandang tim hukum resmi, proses berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada tekanan untuk menahan tersangka.
Gelombang Protes Relawan: Narasi Kecurigaan Menguat
Sikap tenang yang ditunjukkan oleh kubu Jokowi ternyata kontras dengan reaksi keras yang muncul dari kalangan relawan. Ade Darmawan, Sekjen Peradi Bersatu yang juga menjadi salah satu relawan pelapor, terlihat melontarkan narasi yang sempat viral di media sosial. Ia menyinggung adanya dugaan backing-an dari pihak tertentu di belakang Roy Suryo, bahkan isu penunjukan menteri ikut terseret dalam perbincangan hangat tersebut.
Ketegangan semakin terasa ketika Ahmad Khozinudin, kuasa hukum Roy Suryo, melayangkan sindiran tajam. Ia mempertanyakan sikap batin Jokowi yang sebenarnya, apakah lebih tercermin dari pernyataan pengacaranya yang tenang atau dari aksi relawannya yang ramai di ruang publik.
"Di satu pihak dia pura-pura terima, tapi di satu pihak yang lain dia menggerakkan relawan. Nah, itu yang menjadi ciri khas Joko Widodo kan selalu begitu, sein kanan belok kiri begitu," tuding Ahmad Khozinudin.
Bantahan Tegas: Tidak Ada Skenario dari Istana
Tudingan tersebut langsung mendapat respons keras. Ade Darmawan dengan tegas membantah adanya arahan atau skenario dari Jokowi di balik aksi protes para relawan. Ia menegaskan bahwa kemarahan yang muncul di kalangan pendukung semata-mata merupakan bentuk kekecewaan spontan atas apa yang mereka nilai sebagai ketidakadilan atau diskriminasi dalam proses hukum.
"Tidak ada perintah dari Pak Jokowi. Ini murni bentuk kekecewaan kami sebagai relawan yang melihat adanya ketidakadilan," jelas Ade Darmawan.
Perdebatan sengit ini menjadi gambaran bagaimana sebuah kasus hukum bisa memantik dinamika yang berbeda antara jalur resmi dan reaksi publik, sekalipun keduanya berasal dari kubu yang sama.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bogor Hornbills Kalah di Laga Ketiga Final IBL, Pelatih Camara Yakin Bangkit di Laga Keempat
USM Tembus Lima Besar Dunia dalam Peringkat Dampak Keberlanjutan 2026
Pelita Jaya Jakarta Menang 74-61 atas Bogor Hornbills, Unggul 2-1 di Final IBL 2026
Bareskrim Limpahkan Laporan Dugaan Fitnah Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya