PARADAPOS.COM - Gempa dahsyat berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) malam waktu setempat telah menewaskan sedikitnya 188 orang, melukai 1.520 lainnya, dan menyebabkan sekitar 200 orang masih terjebak di reruntuhan. Dua gempa besar yang terjadi hanya berselang kurang dari satu menit itu berpusat di sekitar 160 kilometer barat Caracas, dengan gempa susulan berkekuatan 7,5 magnitudo menjadi yang terkuat di Venezuela sejak 1900 menurut catatan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Hingga Kamis siang, pemerintah Venezuela mengkonfirmasi sekitar 250 bangunan mengalami kerusakan berat hingga ambruk, sementara wilayah La Guaira di dekat Caracas menjadi zona bencana dengan dampak paling parah. Bandara utama Caracas juga ditutup akibat kerusakan, dan pasokan listrik serta air bersih di sejumlah kawasan masih terputus.
Korban Terus Bertambah dan Proses Evakuasi Berlangsung Sulit
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa La Guaira telah menjadi zona bencana. Pemerintah telah mengerahkan alat berat bersama sejumlah perusahaan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban. Namun, di lapangan, tim penyelamat menghadapi tantangan berat. Mereka bekerja sepanjang malam menyisir puing-puing bangunan, tetapi di beberapa lokasi, warga mengeluhkan bantuan yang masih sangat minim.
Seorang warga La Guaira, Yamileth Jimenez, mengaku putranya yang berusia 19 tahun masih terjebak di bawah reruntuhan apartemen tujuh lantai tempat mereka tinggal. "Anak saya masih berada di bawah reruntuhan dan belum ada alat berat untuk mengeluarkannya," ujar Jimenez dengan nada putus asa. Ia menambahkan bahwa musibah ini datang hanya beberapa hari setelah ayahnya meninggal dunia.
Warga lainnya, Pedro Perez (64), menceritakan bahwa rumah sekaligus tempat usahanya hancur total. Kini ia terpaksa bertahan di jalan bersama istri dan anak-anaknya. "Kami kehilangan semuanya. Tidak ada makanan maupun obat-obatan. Kami hanya berharap bantuan segera datang," katanya lirih. Situasi kian memanas ketika Reuters melaporkan terjadi aksi penjarahan di dua toko di La Guaira saat warga berusaha mencari makanan dan air bersih.
Kepanikan Melanda Caracas dan Kota-Kota Sekitarnya
Saat gempa terjadi, banyak warga masih berada di rumah karena Venezuela sedang memperingati hari libur nasional. Getaran kuat membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung bertingkat. Suasana mencekam terasa di seluruh penjuru kota.
"Begitu kami berhasil turun, pemandangannya seperti film horor. Kami harus melewati puing-puing bangunan. Dari gedung sebelah, saya hanya melihat satu keluarga yang berhasil keluar," tutur warga Caracas, Maria Alejandra, menggambarkan kepanikan yang ia alami. Di Caracas bagian selatan, seorang pensiunan berusia 80 tahun, Maria Romero, mengaku polisi membantu mengevakuasinya dari apartemen. "Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa tahun 1967," ujarnya dengan suara bergetar.
Di kota MorĂ³n, yang berada dekat pusat gempa di negara bagian Carabobo, sejumlah rumah dilaporkan roboh. Wali Kota Emily Riera mengatakan sedikitnya delapan orang meninggal dunia di wilayah tersebut, termasuk tiga anak. Selain korban jiwa, pasokan listrik dan air bersih di sejumlah kawasan masih terputus, menambah penderitaan para penyintas.
Puluhan Ribu Laporan Orang Hilang dan Konteks Seismik Venezuela
Sebuah situs pelacakan korban hilang yang dibagikan kelompok oposisi Venezuela mencatat lebih dari 35 ribu laporan orang hilang hingga Kamis siang waktu setempat. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi seluruh laporan tersebut. Angka ini menunjukkan betapa besarnya skala bencana dan kekacauan yang terjadi di lapangan.
USGS menyebut gempa berkekuatan 7,5 tersebut menjadi yang terkuat di Venezuela sejak 1900. Venezuela memang berada di kawasan pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang aktif secara tektonik. Salah satu gempa paling mematikan di negara itu terjadi pada 1812 dan menewaskan sekitar 30 ribu orang, menjadi pengingat akan kerentanan wilayah ini terhadap bencana serupa.
Bantuan Internasional Mulai Mengalir
Di tengah duka dan kepanikan, secercah harapan mulai muncul. Sejumlah negara menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan kepada Venezuela. Presiden sementara Delcy Rodriguez mengatakan tim penyelamat dari berbagai negara dijadwalkan segera tiba untuk membantu proses evakuasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, atas dukungan yang diberikan.
Di berbagai negara, komunitas diaspora Venezuela mulai menggalang bantuan kemanusiaan. Sementara itu, di tanah air, keluarga korban berupaya mencari kabar kerabat mereka yang masih belum diketahui keberadaannya, berharap di tengah puing-puing dan reruntuhan yang masih menyimpan misteri.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Beri Bantuan Drumband ke SDN Tegalega Usai Video Alat Musik dari Barang Bekas Viral
Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Arsitektur Lanskap Malaysia 2026
Surya Paloh Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta, Teken Prasasti Dukung Pelestarian Sejarah Nusantara
Arsenal Perpanjang Kontrak Piero Hincapie hingga 2031 Usai Tebus Rp815 Miliar