PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat telah menyusun sejumlah rencana darurat untuk mengamankan material nuklir Iran jika kesepakatan antara Washington dan Teheran tercapai. Laporan dari CBS News yang mengutip pejabat AS mengungkapkan bahwa perencana di Pentagon tengah mengkaji berbagai skenario, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan Amerika untuk mendukung Departemen Energi dalam mengamankan dan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran. Kabar ini muncul di tengah sinyal bahwa negosiasi antara kedua negara semakin mendekati titik final.
Rencana Operasi di Lapangan
Dilansir dari Anadolu, Sabtu, 13 Juni 2026, salah satu skenario yang dibahas mencakup pengerahan pasukan AS di sejumlah titik strategis di Timur Tengah. Langkah ini dirancang untuk mendukung operasi respons cepat yang melibatkan tim khusus Departemen Energi, termasuk Nuclear Emergency Support Team (NEST). Tim ini direncanakan akan memasuki Iran bersama pasukan operasi khusus Amerika dan personel dari Komando Ke-20 Penanganan Ancaman Kimia, Biologi, Radiologi, Nuklir, dan Bahan Peledak, yang dikenal sebagai 20th CBRNE Command.
Di lapangan, skenario ini membutuhkan koordinasi yang ketat. Pasukan khusus akan bertugas mengamankan perimeter, sementara tim teknis menangani material sensitif. Seorang perwira yang akrab dengan perencanaan tersebut menggambarkannya sebagai operasi yang memerlukan presisi tinggi, mengingat risiko radiasi dan potensi perlawanan.
Isi Kesepakatan yang Sedang Dirundingkan
Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran berpeluang tercapai dalam beberapa hari ke depan.
"Perjanjian yang sedang dibahas mencakup pembongkaran program nuklir Iran serta pengambilalihan material uranium yang telah diperkaya oleh Amerika Serikat," jelas pejabat tersebut.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan itu mengatur agar uranium yang telah diperkaya dihancurkan terlebih dahulu di wilayah Iran sebelum kemudian dipindahkan ke luar negeri. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa material tersebut tidak dapat digunakan kembali. Proses penghancuran akan diawasi oleh tim internasional, meskipun detail teknis mengenai metode dan lokasinya masih dirahasiakan.
Konteks Diplomatik yang Memanas
Laporan tentang rencana darurat ini muncul di tengah indikasi bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran semakin dekat. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak telah mengadakan putaran perundingan intensif di lokasi netral. Sejumlah pengamat menilai bahwa kesediaan Teheran untuk membongkar program nuklirnya merupakan titik balik dalam hubungan bilateral yang telah tegang selama puluhan tahun.
Namun, kerahasiaan seputar rencana militer ini menunjukkan bahwa Washington tetap bersikap hati-hati. Persiapan darurat di Pentagon mencerminkan keyakinan bahwa kesepakatan mungkin tercapai, tetapi juga kesadaran akan risiko keamanan yang menyertainya. Di koridor pemerintahan, para pejabat enggan berspekulasi tentang jadwal pasti, meskipun optimisme mulai terdengar dalam pernyataan publik mereka.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar pada 18 Juni 2026
Kejagung Masih Kaji Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN yang Seret 26 Nama
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Endorse Kopi di Rumah Pribadi, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat