World AI Show ke-47 Digelar di Jakarta, Fokus Transisi AI dari Eksperimen ke Infrastruktur Bisnis

- Jumat, 26 Juni 2026 | 05:50 WIB
World AI Show ke-47 Digelar di Jakarta, Fokus Transisi AI dari Eksperimen ke Infrastruktur Bisnis
PARADAPOS.COM - World AI Show edisi global ke-47 akan digelar di Jakarta pada 7-8 Juli 2026. Acara dua hari yang diselenggarakan oleh Trescon, perusahaan konsultan dan penyelenggara acara bisnis global, ini mengusung tema "Architecting Indonesia's Sovereign & Scalable AI Future". Berlangsung bersamaan dengan Finance 2045, forum ini bertujuan menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong implementasi kecerdasan buatan (AI) dari tahap uji coba menuju penerapan komersial berskala besar di Indonesia.

Momentum Transisi AI: Dari Eksperimen ke Infrastruktur Bisnis

Penyelenggaraan World AI Show hadir di tengah lanskap teknologi yang bergerak cepat. AI kini tak lagi sekadar proyek eksperimental di perusahaan-perusahaan, melainkan telah bertransformasi menjadi infrastruktur utama dalam operasional bisnis sehari-hari. Peralihan ini terjadi seiring dengan proyeksi pertumbuhan industri AI Indonesia yang diperkirakan mencapai USD10,9 miliar. Dalam konteks ini, penguasaan infrastruktur digital dinilai menjadi faktor krusial untuk memperkuat daya saing perusahaan di masa depan. Forum ini mendapat dukungan dari mitra strategis pemerintah, yakni Kementerian Perindustrian melalui program Startup For Industry (SFI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Dukungan juga datang dari organisasi industri AISII dan KORIKA.

Deretan Pembicara dari Pemerintah hingga Industri

Sejumlah tokoh dari pemerintahan, sektor industri, dan organisasi internasional dijadwalkan mengisi forum tersebut. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati, serta Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam. Presiden KORIKA Hammam Riza, Direktur Eksekutif Bank Dunia Wempi Saputra, dan Chief Technology Officer LinkAja Andri Qiantori juga masuk dalam daftar pembicara. Berikut adalah 13 pembicara utama yang akan hadir:
  1. H.E. Prof. Dr. Pratikno – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  2. Vivi Yulaswati – Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital, Bappenas.
  3. Muhammad Neil El Himam – Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif.
  4. Prof. Hammam Riza – Presiden KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial).
  5. Wempi Saputra – Direktur Eksekutif, Bank Dunia.
  6. Arie Purwanto – Deputi Direktur Data Science and Governance, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
  7. Sujala Pant – Resident Representative UNDP Indonesia.
  8. Eryk Pratama – Wakil Ketua Komite Tetap AI dan Perlindungan Data Pribadi (PDP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
  9. Budi Setiawan – Pelaksana Tugas Direktur Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
  10. Mark Jefferson Go – Chief Strategy, Research and Development Officer, PT Erajaya Swasembada Tbk.
  11. Ajar Edi – Senior Vice President Regulatory & Government Affairs, PT Indosat Tbk.
  12. Charles Budiman – Chief Digital Banking Officer, PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
  13. Andri Qiantori – Chief Technology Officer, LinkAja.

Pandangan Pelaku Industri: AI sebagai Penggerak Strategis

Wakil Ketua Komite Tetap AI dan Perlindungan Data Pribadi (PDP) KADIN Indonesia, Eryk Pratama, menekankan peran vital AI dalam perekonomian nasional. "AI berkembang sangat pesat sebagai penggerak strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, transformasi layanan publik, serta penguatan kedaulatan digital. Dengan momentum yang semakin kuat di berbagai sektor, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, inklusi, dan inovasi," ujar Eryk Pratama. Menurutnya, percepatan adopsi AI harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat, terutama dalam perlindungan data, keamanan siber, dan penerapan AI yang etis. "Ke depan, keberhasilan akan bergantung pada keselarasan investasi, pengembangan talenta, dan kerangka tata kelola agar AI dapat diterapkan secara aman, etis, serta mampu membangun kepercayaan publik dalam jangka panjang," lanjutnya. Sementara itu, VP of Technology GRAND, Data and AI tiket.com, Dr. Irvan Bastian Arief, menilai AI telah menjadi pendorong utama transformasi ekonomi digital Indonesia. Ia melihat teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong inovasi di berbagai sektor. "AI dengan cepat mentransformasi ekonomi digital Indonesia melalui kemampuan membantu bisnis berkembang lebih cepat, mengambil keputusan yang lebih cerdas, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin personal," kata Irvan. Ia menambahkan, meningkatnya adopsi AI perlu dibarengi dengan tata kelola data, pengembangan talenta, dan penerapan AI yang bertanggung jawab. Hal ini penting agar Indonesia mampu mewujudkan potensinya sebagai salah satu ekonomi berbasis AI terdepan di Asia Tenggara.

Fokus Diskusi dan Dukungan Sponsor

Dalam pelaksanaannya, World AI Show akan berfokus pada implementasi nyata AI. Pembahasan mencakup kesiapan infrastruktur komputasi, optimalisasi biaya inferensi, hingga tantangan integrasi di dunia industri. Diskusi-diskusi ini akan terbagi ke dalam empat tema utama: AI Infrastructure & Data Foundations, Generative AI & Automation, Responsible & Trusted AI Ecosystems, serta Intelligent Industries & Smart Infrastructure. Penyelenggaraan acara ini juga didukung oleh berbagai perusahaan teknologi global dan pelaku industri. DATADOG menjadi Lead Sponsor, Magure sebagai Platinum Sponsor, serta Zoom, UCloud Global, PT ASIX Indonesia Cerdas, Redis, dan Akamai sebagai Gold Sponsor. Dukungan juga datang dari Alibaba Cloud, Indonet, Datalabs, Google Cloud, PingCAP TiDB, Primary Guard, serta sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Dengan area pameran yang dikurasi secara terbatas dan agenda business matching B2B yang telah dipersiapkan, penyelenggara membuka kesempatan bagi perusahaan yang ingin memperluas jaringan bisnis maupun memperkuat posisinya di ekonomi digital Asia Tenggara.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar