Pramono Anung Lanjutkan Normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung untuk Atasi Banjir Jakarta

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:25 WIB
Pramono Anung Lanjutkan Normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung untuk Atasi Banjir Jakarta
PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pemerintah provinsi kembali melanjutkan program normalisasi sungai-sungai utama di Ibu Kota sebagai langkah strategis menanggulangi banjir. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026, menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek infrastruktur air yang sempat terhenti. Fokus utama pengerjaan meliputi pelebaran dan pengerukan di sepanjang aliran sungai guna memperbesar kapasitas tampungan air saat musim hujan tiba.

Lanjutan Program yang Sempat Terhenti

Pramono secara terbuka mengakui bahwa program normalisasi ini bukanlah inisiatif baru, melainkan kelanjutan dari proyek serupa yang sempat tidak dilanjutkan pada periode sebelumnya. Ia menegaskan komitmennya untuk kembali mengerjakan proyek tersebut secara menyeluruh. "Saya melanjutkan normalisasi sungai-sungai yang dulu tidak dilanjutkan, saya lanjutkan kembali," kata Pramono.

Tiga Sungai Utama Jadi Prioritas

Dalam keterangannya, Pramono merinci sejumlah sungai yang akan menjadi prioritas pengerjaan. Langkah ini diambil untuk memastikan aliran air dapat berfungsi maksimal dan mengurangi risiko luapan ke pemukiman warga. "Normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut Lama, Cakung," ujar Pramono. Ketiga sungai ini dipilih karena memiliki peran vital dalam sistem drainase Jakarta. Pengerukan dan pelebaran di sepanjang alirannya diharapkan mampu meningkatkan volume tampungan air secara signifikan.

Optimisme Mengurangi Dampak Banjir

Melalui pembenahan infrastruktur air ini, Pemprov DKI Jakarta optimistis intensitas dan dampak genangan saat musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin. Pramono menegaskan bahwa penyediaan tata kelola air yang baik telah menjadi satu kesatuan prioritas utama pemerintahannya. "Dan mudah-mudahan walaupun banjir di Jakarta masih ada, tetapi tidak seperti yang lalu," pungkas Pramono.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar