PARADAPOS.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pembangunan jaringan kereta logistik di Pulau Kalimantan tidak akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini justru akan ditawarkan kepada investor swasta melalui skema investasi non-APBN. Keputusan ini diumumkan di Jakarta pada Sabtu, 28 Juni 2026, seiring dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto agar realisasi proyek strategis nasional tersebut segera terwujud.
Skema Investasi Swasta dan Peran PT KAI
Pemerintah membuka peluang bagi pihak swasta untuk membangun infrastruktur kereta api logistik di Kalimantan. Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga dipersilakan untuk ikut berinvestasi, asalkan perusahaan pelat merah itu menilai proyek ini memiliki prospek bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.
"Kita tawarkan kepada swasta untuk membangun itu (jaringan kereta api logistik di Kalimantan)," kata Dudy di Jakarta, dilansir dari Antara.
Ia mencontohkan keberhasilan angkutan logistik kereta api di Sumatra Selatan yang kini dikelola secara komersial oleh PT KAI tanpa mengandalkan subsidi maupun skema kewajiban pelayanan publik (PSO). Menurutnya, lini bisnis tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Subsidi Silang untuk Keberlanjutan Layanan
Bisnis angkutan logistik di Sumatra Selatan dinilai mampu menopang kinerja utama PT KAI. Dudy menjelaskan bahwa pendapatan dari sektor ini memperkuat kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pelayanan kereta api di berbagai rute lain, khususnya di Pulau Jawa.
Mekanisme ini, lanjutnya, mencerminkan prinsip bisnis yang memungkinkan terjadinya subsidi silang antarlini usaha. Dengan begitu, operasional layanan tetap berjalan secara berkelanjutan dan efisien tanpa membebani anggaran negara.
Dorongan Presiden dan Tantangan Investasi
Dudy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara aktif mendorong agar pembangunan jaringan kereta logistik di Kalimantan segera direalisasikan sesuai kebutuhan nasional. Namun, percepatan proyek ini tetap bergantung pada kesiapan investor.
"Oh beliau (Presiden Prabowo) mendorong kereta logistik (di Kalimantan)," kata Dudy.
Ia menekankan bahwa pembangunan jaringan kereta api membutuhkan investasi yang sangat besar dan perencanaan bisnis yang matang. Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa memaksakan kecepatan realisasi tanpa adanya kepastian dari pihak swasta.
"Bangun kereta kan enggak murah itu," ujar Dudy.
Rencana Pembangunan 2.772 Kilometer Jalur Kereta
Pemerintah menargetkan pembangunan sepanjang 2.772 kilometer jalur kereta api di Kalimantan. Proyek raksasa ini bertujuan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung distribusi logistik di pulau yang kaya sumber daya alam tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap perhitungan dan perencanaan yang matang.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata Agus Harimurti Yudhoyono.
Pembentukan Komite dan Penyempurnaan Ripnas
Untuk mengakomodasi berbagai masukan, pemerintah akan membentuk komite yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Agus menjelaskan bahwa komite ini akan berperan dalam menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan spesifik Kalimantan.
Menurut Agus, Kalimantan saat ini belum memiliki jaringan kereta api sama sekali. Padahal, pulau ini menyimpan potensi sumber daya alam yang besar, termasuk di sektor mineral, yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai. Kehadiran jalur kereta api diharapkan dapat membuka konektivitas antarprovinsi dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik secara signifikan.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Platform Kriket Modern Sajikan Data Real-Time, Ubah Cara Penggemar IPL Nikmati Pertandingan
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,660 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
Kolombia dan Portugal Imbang Tanpa Gol, Sama-Sama Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Ratusan Lansia Antre Sejak Subuh di Bundaran HI demi Kartu Layanan Gratis TransJakarta