SIEXPO 2026 di Riau Siapkan Booth Khusus UMKM, Targetkan 8.000 Pengunjung

- Minggu, 28 Juni 2026 | 11:50 WIB
SIEXPO 2026 di Riau Siapkan Booth Khusus UMKM, Targetkan 8.000 Pengunjung
PARADAPOS.COM - Pameran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 akan digelar pada 6 hingga 8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau. Ajang tahunan yang memasuki tahun keempat ini tidak hanya menyasar korporasi besar, tetapi secara khusus membuka ruang partisipasi bagi UMKM, koperasi petani, pesantren, dan perguruan tinggi. Di tengah tekanan dinamika ekonomi global, penyelenggara menargetkan 8.000 pengunjung dan telah menyiapkan 184 booth, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Ruang Khusus bagi Pelaku Usaha Kecil

Ketua Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, mengungkapkan bahwa sekitar 20 booth telah dialokasikan khusus untuk UMKM dan koperasi. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat ekosistem sawit dari hulu ke hilir secara inklusif. “Tahun ini, meski ada guncangan di industri sawit maupun ekonomi global, antusiasme pelaku industri tetap tinggi. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan koperasi ikut berpartisipasi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu. Ia menambahkan, biasanya pameran semacam ini hanya diramaikan oleh korporasi besar atau manufaktur. Namun, sejak awal SIEXPO justru merangkul pelaku kecil dan menengah. “Biasanya pameran hanya diikuti korporasi besar atau manufaktur besar. Kami justru sejak awal melibatkan UMKM, koperasi petani, perguruan tinggi, hingga sekolah-sekolah sawit. Kami ingin memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh,” ujarnya. Semangat itu, lanjut Qayuum, sejalan dengan tagline SIEXPO: “Yang Kecil Ditingkatkan, Yang Menengah Diperbesar, dan Yang Besar Dijaga.”

Kolaborasi dan Inovasi di Tengah Krisis

Mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”, SIEXPO 2026 dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Qayuum menekankan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan akan melahirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan pengolahan sawit. Ia menambahkan, konsep resiliensi sengaja dipilih karena industri sawit telah membuktikan daya tahannya. “Sawit tetap bertahan saat krisis moneter 1998 maupun pandemi Covid-19. Industri ini tetap menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia,” jelasnya.

Peningkatan Peserta dan Transaksi Bisnis

Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, menambahkan bahwa jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 184 booth, dibandingkan sekitar 150 booth pada tahun lalu. Ratusan peserta tersebut akan menampilkan beragam solusi bagi industri sawit, mulai dari produsen AI, alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleochemical, benih sawit, drone, digitalisasi, logistik, kendaraan listrik, hingga perangkat keselamatan kerja. Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 8.000 orang, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung. Menurut Qayuum, penyelenggaraan SIEXPO selama ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui transaksi bisnis yang terjadi selama maupun setelah pameran.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar