PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara langsung menghadiri acara Serasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Minggu, 28 Juni 2026. Dalam forum yang dihadiri oleh puluhan rektor, dosen, dan peneliti tersebut, Kepala Negara menyoroti pentingnya persatuan seluruh potensi bangsa serta perlunya dialog rutin dengan para akademisi untuk menghadapi tantangan global, termasuk ancaman perang nuklir. Suasana di ruang konvensi terasa hangat ketika Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci ketahanan nasional.
Suasana Positif dan Semangat Kolaborasi
Sepanjang acara, Presiden tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung. Ia menilai kegiatan ini menghadirkan dinamika yang konstruktif, di mana terjadi pertukaran gagasan secara terbuka antara pemerintah dan para pemikir terbaik bangsa.
“Memang inilah keyakinan saya, inilah keinginan saya bahwa semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita,” ujar Prabowo dalam sambutan penutupannya.
Pernyataan itu disambut anggukan dari para peserta yang duduk di barisan depan. Bagi sebagian rektor yang hadir, ajakan ini bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk memperkuat sinergi antara riset akademik dan kebijakan negara.
Peringatan soal Dampak Global dan Sains
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti betapa kecilnya dunia saat ini berkat kemajuan sains dan teknologi. Ia mengingatkan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang, tetapi juga bukan pelindung dari dampak krisis global.
“Sekarang kejadian belasan kilometer berpengaruh terhadap kehidupan kita. Kita tidak bertikai tapi kalau ada perang nuklir di satu belahan dunia, kita akan kena dampaknya,” jelasnya.
Pernyataan ini menekankan urgensi bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global. Dengan nada tenang namun tegas, Presiden mengajak para ilmuwan untuk terus berkontribusi dalam merumuskan langkah-langkah strategis.
Harapan untuk Pertemuan Rutin dengan Akademisi
Menjelang akhir acara, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk menggelar pertemuan serupa secara lebih sering. Ia mengakui bahwa masukan dari kalangan pendidik sangat diperlukan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Menurut saya, saya kalau empat kali ketemu para rektor itu belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu, saya butuh jumpa dengan orang pinter,” ujar Prabowo.
Ungkapan tersebut sontak mengundang gelak tawa ringan dari hadirin. Namun di balik canda itu, tersirat pesan serius: bahwa pemerintah membutuhkan kecerdasan kolektif bangsa untuk merancang masa depan. Para dosen dan peneliti yang hadir pun tampak menyambut positif ajakan tersebut, melihatnya sebagai peluang untuk menjembatani riset dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi Tepat Hari Bhayangkara ke-80
Pemkab Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung dan Gelar Pameran Lukisan ‘Melintas Waktu’
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Warga Diimbau Jauhi Radius 5 Km
Harga Emas Antam Stagnan, Diskon Tiket KAI 30%, dan Minyak Dunia Terus Merosot