Presiden Prabowo Resmi Umumkan Bahan Bakar B50 Mulai Berlaku di Seluruh SPBU pada 1 Juli 2026

- Minggu, 28 Juni 2026 | 02:50 WIB
Presiden Prabowo Resmi Umumkan Bahan Bakar B50 Mulai Berlaku di Seluruh SPBU pada 1 Juli 2026

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan penerapan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biodiesel B50 secara massal di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai 1 Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ambisius pemerintah untuk mencapai swasembada energi nasional. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo. Biodiesel B50 sendiri merupakan penyempurnaan dari program bauran energi sebelumnya, yakni B35 dan B40, dengan komposisi 50 persen minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/FAME) dan 50 persen solar murni berbasis fosil.

Lolos Uji Performa di Sektor Transportasi Berat dan Lebih Bersih

Formulasi bauran tinggi ini sengaja dirancang untuk mesin diesel berspesifikasi tangguh yang menuntut torsi besar. Sasaran serapan utamanya meliputi armada logistik otomotif, alat berat pertambangan, transportasi laut, perkeretaapian, hingga alat mesin pertanian. Sebelum resmi diluncurkan ke pasar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan uji teknis secara riil pada lokomotif kereta api CC 206 di Yogyakarta untuk memastikan keandalan mekanisnya.

Hasil pengujian menunjukkan performa yang menjanjikan. "Hasil pengujian berkisar antara 80 persen hingga 90 persen menunjukkan indikator performa yang baik. Karakteristik B50 dinilai memiliki kandungan air yang lebih sedikit dan lebih bersih dibandingkan dengan varian B40," demikian rilis laporan dari Kementerian ESDM.

Hemat Devisa Ratusan Triliun dan Pangkas Emisi Karbon

Dampak ekonomi dari kemandirian energi ini pun cukup signifikan. Pemberlakuan kebijakan mandatori B50 di semester kedua tahun 2026 ini diproyeksikan mampu menyelamatkan devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Angka ini berasal dari pemangkasan volume impor solar fosil secara drastis hingga 4 juta kiloliter per tahun.

Selain menstabilkan moneter, proyek ramah lingkungan ini diperkirakan menyerap 2,2 juta tenaga kerja di sektor hulu-hilir sawit serta menekan emisi karbon nasional hingga 46,72 juta ton CO2. Bagi para pengguna kendaraan diesel, kabar baiknya adalah harga jual retail Biodiesel B50 ke masyarakat luas diindikasikan tetap ekonomis di kisaran Rp6.800 per liternya, berdasarkan skema matang yang dipersiapkan oleh otoritas terkait.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags