PARADAPOS.COM - Kementerian Perhubungan memastikan akan mempercepat perpanjangan jalur kereta rel listrik (KRL) dari Cikarang hingga Cikampek. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat waktu tempuh, serta menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat. Proyek elektrifikasi ini telah memasuki tahap diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Percepatan Elektrifikasi dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan PT KAI mengenai rencana elektrifikasi jalur tersebut. Ia menyebutkan, sejumlah langkah percepatan tengah disusun bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” ujar Allan di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa seluruh pihak berkomitmen untuk mempercepat proses ini. “Dan kita akan percepat segala sesuatu,” tegasnya.
Desakan Masyarakat dan Manfaat Langsung
Menurut Allan, percepatan proyek ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat akan layanan kereta rel listrik yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi menuju Jakarta. Saat ini, layanan KRL Jabodetabek hanya berakhir di Stasiun Cikarang karena jalur menuju Karawang hingga Cikampek belum memiliki infrastruktur elektrifikasi.
“Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini, karena diharapkan dengan adanya elektrifikasi dengan kereta rel listrik waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat,” ungkapnya.
Dengan adanya elektrifikasi, warga Cikampek dapat menikmati layanan KRL secara langsung dan menempuh perjalanan ke Jakarta dalam waktu yang lebih singkat.
Mengatasi Kepadatan di Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung
Selain proyek perpanjangan ke Cikampek, pemerintah juga mulai meningkatkan elektrifikasi di jalur Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung. Langkah ini diambil untuk mengatasi lonjakan kepadatan penumpang yang terjadi setiap hari.
“Seperti yang disampaikan oleh KAI, jam sibuk itu bahkan kapasitasnya (yang terisi) sampai 161 persen. Jadi ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya,” kata Allan.
Peningkatan sistem traksi listrik di jalur tersebut memungkinkan operasi rangkaian KRL yang lebih panjang. Dengan demikian, kapasitas angkut penumpang pada jam sibuk dapat meningkat secara signifikan.
Pemisahan Jalur untuk Keandalan Operasional
Pemerintah juga mempercepat pembangunan jalur double-double track (DDT). Infrastruktur ini dirancang untuk memisahkan lintasan kereta jarak jauh dari jalur KRL, sehingga perjalanan kedua moda transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan tepat waktu.
Pemisahan jalur dinilai mampu meningkatkan keandalan operasional perkeretaapian secara keseluruhan. Selain itu, langkah ini mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu perjalanan kereta antarkota yang menggunakan lintasan yang sama.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Pembangunan Jalur Kereta Logistik Kalimantan Dibiayai Investor Swasta, Bukan APBN
Gerindra: Mayoritas Masyarakat Masih Puas dengan Kinerja Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi Global
CKB Logistics Siapkan Kolaborasi Lintas Sektor dan Digitalisasi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Inggris Pastikan Puncak Grup L Usai Taklukkan Panama 2-0