PARADAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong generasi muda untuk memandang proses mencari pasangan hidup sebagai sebuah ikhtiar suci yang dilandasi niat ibadah, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur Islam. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka kegiatan Golek Garwo di Jakarta pada Minggu, 28 Juni 2026, sebuah ajang yang bertujuan menyediakan ruang perkenalan yang aman dan sesuai syariat bagi para pemuda yang ingin membangun rumah tangga.
Menag: Mencari Pasangan Adalah Jalan Menuju Keberkahan
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa perjalanan mencari pendamping hidup bukanlah sekadar urusan duniawi. Ia mengingatkan bahwa langkah ini memiliki dimensi spiritual yang dalam.
“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” ujarnya di hadapan para peserta.
Suasana di lokasi acara tampak khidmat. Para peserta, yang sebagian besar adalah pemuda dan pemudi, duduk dengan antusias mendengarkan arahan dari sang menteri. Nasaruddin kemudian menjelaskan bahwa Alquran telah menegaskan esensi penciptaan pasangan, yaitu agar manusia memperoleh ketenangan (sakinah), serta dihiasi dengan cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah). Ia menyambut baik hadirnya ajang Ta’aruf Session Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang santun dan jauh dari hal-hal yang dilarang agama.
Fondasi Pernikahan Bukan Sekadar Pesta Meriah
Lebih lanjut, Menteri Agama mengingatkan para calon pengantin agar tidak terjebak pada gengsi kemeriahan resepsi semata. Menurutnya, esensi pernikahan justru terletak pada kesiapan komitmen setelah akad diucapkan.
“Kemeriahan pesta boleh direncanakan, tetapi jangan sampai mengalahkan substansi pernikahan. Yang paling utama adalah akad yang sah, keluarga yang siap, dan rumah tangga yang dibangun di atas iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab,” tegas Nasaruddin.
Pernyataan ini disambut dengan anggukan setuju dari para peserta. Di sudut ruangan, beberapa calon pengantin terlihat mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Acara yang digelar di Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, Nikah Fest 2026, dan Islamic Wedding Expo. Harapannya, kegiatan ini mampu memperkuat gerakan sadar catat nikah secara nasional.
Negara Hadir Melalui Ruang Edukatif bagi Pemuda
Senada dengan Nasaruddin, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyebut agenda ini sebagai upaya konkret negara dalam menyediakan ruang edukatif bagi pemuda. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini, tercatat 354 peserta yang ikut serta berikhtiar mencari pendamping hidup.
“Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala,” tutur Abu.
Para peserta pun tampak bersemangat mengikuti sesi perkenalan yang telah diatur sedemikian rupa. Suasana hangat dan penuh haru terasa saat mereka saling berbagi cerita dan harapan. Dari sudut pandang lapangan, terlihat bahwa antusiasme generasi muda terhadap pernikahan yang sesuai syariat masih sangat tinggi, dan acara seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan mereka akan ruang perkenalan yang terjamin kredibilitasnya.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kericuhan Laga Tarkam Kades Cup IV di Jember, Wasit Dikeroyok Usai Anulir Gol
Pemerintah Kota Makassar Tanggung Biaya Sekolah di 67 Swasta bagi Siswa Tak Lolos SPMB 2026
AS Siap Serang Lagi Infrastruktur Militer Iran Jika Pelayaran di Selat Hormuz Terancam
Megawati Tutup Bulan Bung Karno di Bali, 625 Desa Kumpulkan Dana Rp10,5 Miliar