Iran Akan Patuhi Kesepakatan dengan AS Selama Washington Penuhi Kewajiban, Kata Presiden Pezeshkian

- Senin, 29 Juni 2026 | 23:25 WIB
Iran Akan Patuhi Kesepakatan dengan AS Selama Washington Penuhi Kewajiban, Kata Presiden Pezeshkian
PARADAPOS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya akan tetap mematuhi memorandum kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada 18 Juni, selama Washington memenuhi kewajibannya. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform media sosial X pada Selasa, 30 Juni 2026, di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai implementasi perjanjian yang ditandatangani di Islamabad tersebut. Kesepakatan itu sendiri mengakhiri konfrontasi militer selama berminggu-minggu antara kedua negara dan menjadi kerangka awal untuk meredakan ketegangan di berbagai front regional.

Prinsip Timbal Balik dalam Memorandum Islamabad

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan sifat timbal balik dari kesepahaman tersebut. “Kesepahaman ini adalah masalah timbal balik. Jika pihak Amerika tetap berkomitmen pada memorandum tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan Iran terhadap apa yang ia gambarkan sebagai “retorika yang tidak masuk akal” dan ancaman didasarkan pada rasionalitas, martabat manusia dalam pengambilan keputusan, serta “pertahanan yang tegas dan tanpa takut ketika tindakan diperlukan.”

Cakupan Perjanjian dan Poin-Poin Penting

Perjanjian yang ditandatangani di Islamabad pada 18 Juni lalu tidak hanya mengakhiri ketegangan militer, tetapi juga memuat sejumlah ketentuan teknis yang cukup krusial. Dokumen tersebut mencakup pengaturan terkait keamanan maritim di Selat Hormuz, jalur ekspor minyak, serta pelepasan aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Namun demikian, negosiasi mengenai isu-isu yang lebih luas di masa mendatang masih digantungkan pada sejauh mana pasal-pasal awal dalam memorandum ini benar-benar diimplementasikan. Diplomat-diplomat Iran berulang kali mengingatkan bahwa perjanjian ini berdiri di atas fondasi komitmen bersama. Mereka memperingatkan bahwa kegagalan Washington untuk mematuhi butir-butir kesepakatan dapat berdampak langsung pada kelanjutan proses diplomasi yang baru saja mulai berjalan. Suasana di Teheran sendiri masih diwarnai kehati-hatian, mengingat pengalaman panjang hubungan bilateral yang penuh pasang surut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar