PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, mencatatkan lonjakan signifikan di awal sesi. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.17 WIB, indeks terpantau naik 71,756 poin atau setara 1,26 persen ke level 5.766,872. Pergerakan ini terjadi setelah IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.773 dan terendah di 5.704 pada sesi pembukaan.
Volume Transaksi dan Pergerakan Saham
Pada pagi hari ini, sebanyak 360 saham tercatat menguat, sementara 161 saham lainnya mengalami pelemahan. Adapun 164 saham stagnan atau tidak bergerak dari harga sebelumnya. Total transaksi yang tercatat sementara mencapai Rp1,803 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 2,983 miliar lembar. Kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp10.149,116 triliun.
Sentimen dari Bursa Global dan Regional
Meski IHSG menguat, sentimen dari bursa global justru menunjukkan tekanan. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat, bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada Rabu, 1 Juli 2026. Dow Jones terkoreksi tipis 0,03 persen, S&P 500 melemah 0,22 persen, dan Nasdaq merosot 0,66 persen. Pelemahan ini dipicu oleh penurunan saham di sektor teknologi dan semikonduktor.
Sementara itu, bursa Asia justru ditutup menguat pada hari yang sama. Nikkei naik 0,59 persen dan Shanghai menguat 0,44 persen. IHSG sendiri sebelumnya ditutup naik 0,92 persen ke level 5.695,12, meskipun mencatatkan aksi jual bersih asing atau foreign net sell sebesar Rp577,5 miliar.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Memasuki perdagangan Kamis pagi, tekanan justru datang dari bursa regional. Kospi dibuka melemah hingga 6,21 persen, sementara Nikkei juga turun 1,81 persen.
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG bergerak turun karena lemahnya momentum pembukaan dari bursa regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Suasana di lantai bursa pagi ini tampak hati-hati. Para pelaku pasar tampak mencermati pergerakan indeks regional yang mayoritas berada di zona merah. Meskipun IHSG sempat melesat di awal sesi, proyeksi pelemahan dari analis menjadi pengingat bahwa volatilitas masih menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Tragedi Berdesakan Suporter Meksiko Usai Kemenangan Bersejarah atas Ekuador
Tradisi dan Ekonomi Berpadu, Desa Kemiren Buktikan Budaya Lestari Dorong Kesejahteraan
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Polda Jabar secara Tertutup
Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 2.295 Orang, Lebih dari 12.000 Warga Mengungsi