IHSG Menguat ke 5.766 di Tengah Tekanan Wall Street, Asing Masih Jual Bersih Rp548 Miliar

- Kamis, 02 Juli 2026 | 03:25 WIB
IHSG Menguat ke 5.766 di Tengah Tekanan Wall Street, Asing Masih Jual Bersih Rp548 Miliar

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, menembus level 5.700 di awal sesi. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.17 WIB, indeks tercatat naik 71,756 poin atau setara 1,26 persen ke posisi 5.766,872. Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan bursa Wall Street dan beragamnya sentimen dari pasar Asia-Pasifik. Sementara itu, riset dari BNI Sekuritas memperkirakan potensi koreksi pada hari ini dengan level support di kisaran 5.500-5.625 dan resisten di 5.730-5.800.

Pada sesi pembukaan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 5.773 dan terendah di 5.704. Penguatan ini cukup kontras dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang kompak ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Suasana di lantai bursa pagi ini terlihat lebih optimistis, meski para pelaku pasar tetap waspada terhadap sejumlah risiko eksternal.

Wall Street Tertekan Aksi Ambil Untung

Di seberang Atlantik, Indeks Dow Jones Industrial Average hanya terkoreksi tipis 0,03 persen. Sementara itu, S&P 500 turun 0,22 persen dan Nasdaq Composite melemah lebih dalam hingga 0,66 persen. Tekanan utama datang dari sektor semikonduktor. Investor mulai merealisasikan keuntungan dari reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya melesat tajam. Fenomena ini lazim terjadi setelah periode kenaikan yang panjang, dan pasar kini mencermati apakah koreksi ini bersifat sementara atau awal dari tren baru.

Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Yen Jepang Terpuruk

Sementara itu, pergerakan bursa Asia-Pasifik pada Rabu kemarin menunjukkan hasil yang beragam. Di Jepang, indeks Nikkei 225 berhasil menguat 0,59 persen, diikuti Topix yang naik 0,42 persen. Namun, penguatan ini terjadi di tengah pelemahan Yen Jepang yang mencapai level terendah dalam 40 tahun terakhir terhadap dolar AS. Situasi ini menjadi perhatian serius para ekonom karena dapat mempengaruhi daya beli dan biaya impor Negeri Sakura.

Di Korea Selatan, indeks Kospi justru terpantau melemah 2,04 persen, sementara Kosdaq naik 1,44 persen. Pasar Australia melalui ASX 200 juga terkoreksi 0,64 persen. Sebaliknya, Taiex Taiwan mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,94 persen. Adapun Hang Seng Hong Kong tutup pada hari itu. Para analis menilai, pergerakan yang bervariasi ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed serta data-data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Net Sell Asing Masih Berlanjut

Meskipun IHSG ditutup naik 0,92 persen pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, ada catatan yang perlu diwaspadai. Data menunjukkan masih terjadi aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai Rp548 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI, BMRI, TPIA, BBNI, dan ASII. Fenomena ini mengindikasikan bahwa meskipun indeks menguat, aliran modal asing belum sepenuhnya kembali masuk ke pasar saham domestik.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya mengungkapkan, “IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 5.500-5.625 dan Resist IHSG: 5.730-5.800.” Pernyataan ini menjadi pengingat bagi para trader untuk tetap berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Rekomendasi Trading Hari Ini

Dalam riset yang sama, BNI Sekuritas juga menyebutkan sejumlah saham yang dapat menjadi pilihan trading idea pada hari ini. Enam saham tersebut adalah BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK. Berikut rincian rekomendasinya:

1. BRPT
Spec Buy dengan area beli di Rp1.360-Rp1.380. Cutloss ditempatkan di bawah Rp1.330. Target harga terdekat berada di rentang Rp1.420-Rp1.470.

2. PTRO
Spec Buy dengan area beli di Rp3.750-Rp3.790. Cutloss di bawah Rp3.720. Target dekat di Rp3.860-Rp3.930.

3. PGAS
Spec Buy dengan area beli di Rp1.350-Rp1.365. Cutloss di bawah Rp1.350. Target dekat di Rp1.380-Rp1.420.

4. MYOR
Spec Buy dengan area beli di Rp1.775-Rp1.810. Cutloss di bawah Rp1.775. Target dekat di Rp1.825-Rp1.835.

5. BBNI
Spec Buy dengan area beli di Rp3.070-Rp3.100. Cutloss di bawah Rp3.050. Target dekat di Rp3.140-Rp3.160.

6. EMTK
Spec Buy dengan area beli di Rp478-Rp482. Cutloss di bawah Rp474. Target dekat di Rp490-Rp505.

Para pelaku pasar disarankan untuk selalu menerapkan prinsip manajemen risiko dan tidak hanya bergantung pada rekomendasi semata, mengingat kondisi pasar yang bisa berubah dengan cepat.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar