Status Siaga Gunung Awu Bertahan, Gempa Vulkanik Dalam Meningkat

- Minggu, 05 Juli 2026 | 19:50 WIB
Status Siaga Gunung Awu Bertahan, Gempa Vulkanik Dalam Meningkat
PARADAPOS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, hingga akhir Juni 2026 masih didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh. Data yang dihimpun pada periode 23 hingga 30 Juni 2026 mencatat sebanyak 132 kali gempa vulkanik dangkal, dengan rata-rata 16 kejadian per hari. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, gempa vulkanik dalam justru mengalami peningkatan. Status Gunung Awu sendiri masih bertahan di Level III atau Siaga.

Dominasi Gempa Vulkanik Dangkal dan Tektonik Jauh

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa selain gempa vulkanik dangkal, terekam pula 16 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, dan 489 kali gempa tektonik jauh (TJ). "Terekam sebanyak 132 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata rata 16 kejadian per hari, 16 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal dan 489 kali gempa tektonik jauh (TJ)," jelasnya dalam laporan resmi pada Minggu, 5 Juni 2026. Menariknya, meskipun gempa vulkanik dangkal menurun—dari rata-rata 18 kejadian per hari menjadi 16 kejadian per hari—gempa vulkanik dalam justru menunjukkan tren kenaikan. Fenomena ini menjadi perhatian para ahli karena mengindikasikan adanya dinamika di kedalaman.

Pengaruh Gempa Mindanao dan Aktivitas Visual

Jumlah gempa tektonik jauh yang masih tinggi pada periode ini dikaitkan dengan gempa bumi besar yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026. Pascagempa tersebut, aktivitas seismik di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku masih terasa. Dari sisi visual, kondisi kawah Gunung Awu terpantau tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal Juli 2024. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Awu juga tidak mengamati adanya embusan asap dari kawah. Hal ini menandakan bahwa aktivitas embusan masih terbatas di dalam kawah dan belum menunjukkan peningkatan. Namun, para petugas di lapangan mencatat bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung, menandakan dinamika magmatik tetap aktif.

Potensi Bahaya dan Imbauan Kewaspadaan

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kegempaan secara tiba-tiba, yang dikenal sebagai swarm gempa vulkanik, serta peningkatan gempa frekuensi rendah ("low frequency"). Hal ini perlu diantisipasi mengingat adanya akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal dan tingginya aktivitas tektonik di sekitar wilayah Sulawesi Utara dan Maluku. Dengan status Siaga, potensi bahaya yang mengancam meliputi erupsi magmatik eksplosif yang dapat melontarkan material pijar dan aliran piroklastik. Selain itu, terdapat pula potensi erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, serta erupsi freatik yang didominasi uap dan gas gunung api. Tekanan yang meningkat secara signifikan di dalam sistem magmatik juga berpotensi menyebabkan pembongkaran kubah lava. Tak hanya itu, hembusan gas vulkanik menjadi ancaman serius bagi jiwa jika konsentrasinya melebihi ambang batas aman. Oleh karena itu, masyarakat dan wisatawan dilarang keras memasuki atau beraktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Pemerintah daerah bersama Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing berita yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar