Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 3,6 Persen, Pemerintah Tambah Helikopter Water Bombing Jadi Empat Unit

- Minggu, 05 Juli 2026 | 18:50 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 3,6 Persen, Pemerintah Tambah Helikopter Water Bombing Jadi Empat Unit
PARADAPOS.COM - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum sepenuhnya padam hingga Minggu, 5 Juli 2026. Pemerintah berencana menambah dua unit helikopter water bombing menjadi total empat unit guna mempercepat pemadaman. Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, melaporkan bahwa area yang masih terbakar kini tersisa sekitar 3,6 persen atau 1,68 hektare dari total 18 hektare yang sebelumnya dilalap api. Upaya ini dilakukan setelah kebakaran berlangsung sejak Selasa, 30 Juni 2026, atau memasuki hari keenam.

Penambahan Armada Water Bombing

Di tengah kepungan asap dan bau hangus yang masih menyengat, Jumhur menyampaikan perkembangan terbaru dari lokasi kejadian. "Saat ini helikopter sudah dua yang diturunin dan masih terus menyiram air. Besok ada tambahan dua lagi, jadi empat helikopter," ujarnya di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Minggu, 5 Juli 2026. Penambahan armada udara ini, jelas Jumhur, merupakan langkah strategis untuk memastikan titik-titik api yang masih membara bisa segera dipadamkan. Ia menekankan bahwa kerja keras petugas di lapangan selama beberapa hari terakhir mulai membuahkan hasil.

Perkembangan Luas Area Terbakar

Jumhur kemudian merinci perubahan signifikan yang terjadi. Awalnya, sekitar 70 persen area TPA dilaporkan membara. Namun, berkat koordinasi antara pemadaman dari udara dan penyuntikan air ke dalam tanah, kondisi itu berhasil ditekan. "Tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara. Kemudian secara bertahap, kerja keras dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus, pemadam kebakaran dan sebagainya, maka sekarang tinggal 3,6 persen. Artinya ini suatu angka yang luar biasa," jelasnya.

Target dan Harapan Pemadaman Total

Pihaknya menargetkan api dapat padam sepenuhnya pada Senin, 6 Juli 2026. Selain mengandalkan upaya manusia, Jumhur juga berharap faktor alam bisa turut membantu. "Mudah-mudahan sore, malam ini atau besok, itu bisa betul-betul tuntas. Kita berharap sambil bekerja keras, serta berdoa mudah-mudahan ada hujan," ungkapnya. Di lapangan, suasana masih terlihat sibuk. Petugas gabungan terus berjibaku dengan sisa-sisa api yang sulit dijangkau. Selain dua helikopter water bombing yang sudah beroperasi, armada pemadam kebakaran, alat berat, dan personel Manggala Agni juga masih dikerahkan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar