Rusia Klaim Rebut Konstantinovka, Benteng Pertahanan Utama Ukraina di Donetsk

- Minggu, 05 Juli 2026 | 21:00 WIB
Rusia Klaim Rebut Konstantinovka, Benteng Pertahanan Utama Ukraina di Donetsk
PARADAPOS.COM - Pasukan Rusia mengklaim telah merebut Konstantinovka, sebuah kota yang selama ini dianggap sebagai benteng pertahanan terkokoh Ukraina di wilayah Donetsk. Klaim ini disampaikan langsung oleh Jenderal Sergey Rudskoy, Kepala Operasi Staf Umum Rusia, dalam sebuah pengarahan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Menurut keterangannya, sebagian besar dari sekitar 15.000 personel Ukraina yang bertahan di kota tersebut berhasil dilumpuhkan. Peristiwa ini menandai titik krusial dalam konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022, mengingat posisi strategis Konstantinovka sebagai pusat logistik dan industri.

Jumlah Kerugian yang Diklaim

Dalam pengarahannya, Rudskoy merinci secara spesifik kerugian yang diderita pihak Ukraina selama berminggu-minggu pertempuran sengit memperebutkan kota tersebut. Ia menyebutkan bahwa militer Ukraina kehilangan sekitar 13.500 tentara. Selain itu, sejumlah besar persenjataan berat juga dilaporkan hancur, termasuk 14 tank, 283 kendaraan tempur lapis baja, 1.400 unit kendaraan, 200 meriam artileri lapangan, dan delapan sistem peluncur roket ganda. Angka-angka ini, jika akurat, menunjukkan skala pertempuran yang luar biasa dahsyat.

Signifikansi Konstantinovka

Mengapa kota ini begitu diperebutkan? Rudskoy menggambarkan Konstantinovka sebagai “pusat industri dan logistik utama, yang merupakan kunci bagi benteng terakhir rezim Kiev di Donbass – aglomerasi Kramatorsk-Slavyansk.” Sebelum perang pecah, kota yang tenang ini dihuni oleh sekitar 78.000 jiwa. Aktivitas ekonominya bertumpu pada industri pembuatan kaca dan metalurgi, menjadikannya salah satu penyangga perekonomian di kawasan tersebut. Pihak Rusia menambahkan bahwa Ukraina sudah lama menyadari nilai strategis Konstantinovka. Sejak tahun 2014, Kyiv telah mulai membangun sistem pertahanan yang ekstensif, baik di dalam kota maupun di sekelilingnya. Persiapan selama bertahun-tahun itu menjadikan Konstantinovka sebagai benteng yang sulit ditembus, namun pada akhirnya, menurut klaim Rusia, berhasil direbut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar