Perayaan 250 Tahun AS Diwarnai Pidato Kontroversial Trump, Badai Petir, dan Evakuasi di National Mall

- Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB
Perayaan 250 Tahun AS Diwarnai Pidato Kontroversial Trump, Badai Petir, dan Evakuasi di National Mall
PARADAPOS.COM - Washington, 4 Juli 2026, menjadi saksi perayaan besar hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat yang diisi dengan pesta kembang api, atraksi udara, dan konser di berbagai penjuru negeri. Namun, kemeriahan itu sempat terusik oleh gelombang panas dan badai petir yang memaksa evakuasi di kawasan National Mall. Lebih dari itu, perayaan bersejarah ini juga diwarnai kritik tajam terhadap Presiden Donald Trump yang dinilai mempolitisasi momen tersebut, terutama melalui pidato kontroversialnya yang menyinggung isu politik dalam negeri.

Pidato Trump dan Polemik di Balik Kemerdekaan

Dalam pidatonya di National Mall, Washington DC, Trump menyatakan "American Dream" telah kembali. Ia tampil di hadapan para pendukungnya sesaat sebelum pertunjukan kembang api yang disebutnya sebagai yang terbesar di dunia. "Mimpi Amerika telah kembali," kata Trump. Pidato yang berakhir menjelang tengah malam itu tidak hanya berisi ucapan selamat. Trump juga menyinggung sejumlah isu politik, termasuk penolakannya terhadap komunisme, dukungannya terhadap Save America Act, serta hak kepemilikan senjata. Ia pun menutup pidatonya dengan pernyataan penuh semangat. "Hidup perjuangan kemerdekaan. Semoga terus berjaya selamanya. Kita akan selalu berada di puncak, tidak akan membiarkan negara kita semua jatuh, dan kita akan selalu menjadi yang terbaik," ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 5 Juli 2026.

Badai Petir dan Evakuasi Mendadak

Sebelum pidato dimulai, cuaca ekstrem sempat menjadi gangguan serius. Badai petir memaksa otoritas untuk mengevakuasi sementara kawasan National Mall, sehingga sejumlah agenda perayaan mengalami penundaan. Pengunjung acara Salute to America, Great American State Fair, serta zona penggemar Piala Dunia diminta berlindung di gedung-gedung sekitar hingga cuaca membaik. Suasana tegang sempat terasa, namun setelah badai berlalu, rangkaian acara kembali dilanjutkan. Pertunjukan udara yang menampilkan pesawat kepresidenan Air Force One terbaru menjadi salah satu daya tarik utama. Konser dan pesta kembang api pun berlangsung meriah hingga sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Kehadiran Kelompok Patriot Front

Di tengah perayaan, sekitar 400 anggota kelompok nasionalis kulit putih Patriot Front terlihat berbaris di pusat kota Washington. Mereka membawa bendera Amerika Serikat sambil berjalan di sekitar Gedung Capitol dan Stasiun Union. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan anggota kelompok tersebut, yang mengenakan penutup wajah dan pakaian seragam, bergerak dalam formasi rapi. Kehadiran mereka menambah ketegangan di tengah suasana pesta yang seharusnya penuh sukacita.

America 250: Kapsul Waktu dan Naturalisasi

Perayaan Hari Kemerdekaan juga berlangsung di berbagai wilayah Amerika Serikat melalui konser, pesta rakyat, serta upacara naturalisasi warga negara baru. Di Mount Vernon, Virginia, sebanyak 150 orang dari 50 negara resmi menjadi warga negara Amerika Serikat dalam upacara naturalisasi yang digelar di bekas kediaman Presiden pertama AS, George Washington. Sementara itu, penyelenggara America 250 mengubur kapsul waktu yang akan dibuka kembali 200 tahun mendatang. Kapsul tersebut berisi berbagai benda bersejarah, termasuk sebotol Coca-Cola, salinan Konstitusi Amerika Serikat yang telah ditandatangani, serta artefak dari 50 negara bagian dan wilayah teritorial AS.

Lomba Makan Hot Dog dan Kritik terhadap Trump

Di New York, tradisi lomba makan hot dog tahunan kembali digelar. Joey Chestnut meraih gelar juara untuk ke-18 kalinya setelah menghabiskan 66 hot dog dalam waktu 10 menit. Sorak-sorai penonton memenuhi Coney Island, menambah semarak perayaan. Meski demikian, perayaan tahun ini juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai Trump terlalu menempatkan dirinya sebagai pusat perayaan melalui pembentukan Freedom 250, organisasi yang berjalan terpisah dari komisi bipartisan America 250 yang dibentuk Kongres Amerika Serikat untuk mempersiapkan peringatan 250 tahun kemerdekaan. Langkah ini dinilai sebagai upaya politisasi yang mengurangi esensi kebersamaan dalam momen bersejarah tersebut.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar