Menlu Sugiono Bertolak ke Iran untuk Pertemuan Bilateral dan Penghormatan kepada Ayatollah Khamenei

- Kamis, 09 Juli 2026 | 11:25 WIB
Menlu Sugiono Bertolak ke Iran untuk Pertemuan Bilateral dan Penghormatan kepada Ayatollah Khamenei
PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Sugiono bersama delegasi Indonesia dijadwalkan bertolak ke Iran pada Kamis malam, 9 Juli 2026. Kunjungan kerja ini mencakup pertemuan bilateral dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada 10 Juli, serta penghormatan kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ketua MPR Ahmad Muzani turut bergabung dalam delegasi dan dijadwalkan bertemu dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Keberangkatan ini merupakan respons terhadap undangan resmi Pemerintah Iran.

Agenda Bilateral dan Penghormatan Kenegaraan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah disusun secara matang. Dalam keterangan pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026, ia merinci agenda utama sang menteri. "Menteri Luar Negeri Republik Indonesia akan melakukan kunjungan kerja ke Iran untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran pada 10 Juli 2026," jelas Yvonne. Selain dialog diplomatik, delegasi Indonesia juga akan menunjukkan rasa hormat secara langsung. Yvonne menambahkan, "Menlu RI juga akan memenuhi undangan dari pemerintah Iran dalam rangka penghormatan terhadap almarhum Yang Mulia Ayatollah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran."

Memperkuat Hubungan Bilateral dan Kemitraan Strategis

Pertemuan bilateral antara kedua menteri luar negeri diharapkan menjadi momentum strategis. Menurut Yvonne, dialog ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas, serta meningkatkan koordinasi dalam menghadapi tantangan regional dan global. Sementara itu, jalur parlemen juga tidak ketinggalan. Pertemuan antara Ahmad Muzani dan Mohammad Bagher Ghalibaf dirancang untuk memperkuat kemitraan antarparlemen. Lebih dari sekadar diplomasi formal, forum ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama antarmasyarakat kedua negara. Dalam kunjungan ini, delegasi Indonesia tidak hanya diisi oleh unsur pemerintah. Yvonne mengungkapkan bahwa rombongan juga melibatkan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Muhammadiyah. Kehadiran mereka menambah dimensi kebangsaan dan keagamaan dalam misi diplomatik ini.

Konsistensi Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Pemerintah menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Yvonne menegaskan bahwa misi ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. "Tentunya kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif," ujarnya.

Pemantauan Situasi dan Jadwal Keberangkatan

Meskipun situasi di Iran tengah menjadi sorotan pasca wafatnya pemimpin tertinggi, Kementerian Luar Negeri memastikan perjalanan tetap berjalan sesuai rencana. Yvonne mengatakan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Kedutaan Besar RI di Teheran untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. "Kami terus berkoordinasi dengan Dubes kita di Teheran. Perjalanan Menlu RI ke Iran tetap on schedule," pungkas Yvonne.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar