PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 40,54 persen pada tahun 2025 masih dalam batas aman. Angka ini mengalami kenaikan tipis dari posisi 39,81 persen pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Purbaya memastikan posisi tersebut masih jauh dari ambang batas maksimal 60 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga.
Kenaikan Rasio yang Masih Terkendali
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Purbaya dalam sebuah wawancara di program Primetime News Metro TV, Rabu 15 Juli 2026. Ia menekankan bahwa lonjakan rasio utang dari 39,81 persen menjadi 40,54 persen masih dalam koridor yang wajar.
"Meski rasio utang meningkat dari 39,81 persen PDB pada tahun 2024 menjadi 40,54 persen PDB pada tahun 2025, posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen PDB sesuai undang-undang sehingga APBN kita tetap aman dan terkendali," jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran publik yang sempat muncul terkait tren kenaikan utang negara dalam beberapa tahun terakhir. Di ruang sidang yang terang benderang, Purbaya tampak tenang saat memaparkan data fiskal terbaru kepada awak media.
Empat Pilar Strategi Pengelolaan Utang
Ke depan, pemerintah telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga keberlanjutan fiskal. Purbaya memaparkan bahwa pengelolaan utang akan bertumpu pada empat pilar utama yang saling terintegrasi.
Pilar pertama adalah konsolidasi fiskal secara bertahap. Langkah ini bertujuan memperkuat keseimbangan primer hingga kembali ke zona positif. Kedua, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan negara melalui berbagai kebijakan perpajakan dan non-pajak.
Selain itu, pilar ketiga berfokus pada peningkatan kualitas belanja. Pemerintah berkomitmen agar setiap rupiah yang dibelanjakan lebih efektif dan produktif. Sementara pilar keempat adalah pengelolaan portofolio utang secara aktif. Strategi ini mencakup skema debt switch, buyback, dan konversi pinjaman.
Optimisme di Tengah Tantangan Fiskal
Dengan keempat strategi tersebut, pemerintah optimistis rasio utang dapat dikendalikan secara bertahap. Purbaya meyakini bahwa langkah-langkah ini tidak akan mengganggu keberlanjutan fiskal maupun pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
Di tengah tekanan global yang masih membayangi, pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara. Para pengamat pun menilai bahwa angka 40,54 persen masih memberikan ruang fiskal yang cukup leluasa bagi pemerintah untuk menjalankan program-program strategis.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Panggil Anggota BPK Bobby Adhityo sebagai Tersangka Suap Audit Muara Enim
CCTV Jadi Petunjuk Kunci dalam Kematian Dokter Residen Anestesi di Riau
Wakil Ketua MPR: Kesadaran Masyarakat terhadap Mitigasi Bencana Harus Jadi Prioritas Nasional
DPR Buka Peluang Bahas RUU Ketenagakerjaan saat Reses Usulan Komisi IX