PARADAPOS.COM - Program Koperasi Merah Putih mulai beroperasi di sejumlah titik di Jakarta, dengan salah satu lokasi perdananya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Koperasi ini, yang digagas pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, telah mencatatkan keuntungan sejak hari pertama beroperasi. Jam operasionalnya mengikuti jadwal Kantor Kelurahan dan Puskesmas setempat, yakni pukul 09.00 hingga 17.00 WIB pada hari Senin sampai Jumat, dan khusus Sabtu hanya buka hingga pukul 12.00 WIB.
Keuntungan Tipis, namun Tetap Ada
Di tengah hiruk-pikuk persaingan dengan minimarket modern, koperasi ini justru mengandalkan efisiensi dan volume penjualan. Pengawas Koperasi Merah Putih Pondok Kelapa, Tata, mengungkapkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi. “Kalau misalnya contoh seperti telor, paling kita antara 5 sampai 7 persen (untungnya). Ada juga yang sangat tipis (keuntungannya),” ujar Tata saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, margin keuntungan yang tipis ini justru menjadi daya tarik utama bagi pembeli. Dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar tradisional maupun ritel modern, koperasi berhasil menarik perhatian ibu-ibu rumah tangga dan pekerja kantoran di sekitar kawasan Duren Sawit.
Strategi Sumber Barang untuk Memaksimalkan Margin
Lelaki paruh baya itu menceritakan, untuk beberapa barang memang cukup ada keuntungannya. Agar keuntunganya lebih besar, biasanya Tata mengakalinya dengan membeli barang lebih beragam dan murah dari sumber yang lebih dekat untuk meminimalisir biaya transportasi. “Nah itu yang kami harus memiliki, sumber dekat yang punya multibarangan gitu. Kalau kami hanya beli cuma misalnya telor nih satu kilo, kan enggak mungkin dengan selisih yang hanya sekian rupiah itu kan? Berarti kami harus beli yang lebih banyak gitu. Nah belanja-belanja ini kan ada selisih, itu yang bisa kami ambil keuntungannya,” sambungnya.
Strategi ini, tuturnya, memungkinkan koperasi untuk tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan kualitas barang. Dengan membeli dalam jumlah besar dari distributor lokal, biaya logistik bisa ditekan, dan keuntungan pun tetap bisa diraih meskipun tipis.
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan
Tata menegaskan, semua hasil keuntungan koperasi terdata secara transaksional dan dilaporkan. “Pada akhir tahun kami bikin RAT (Rapat Anggota Tahunan). Biasa kalau koperasi itu kan begitu, anggotanya yang buat kan segala keputusan itu ya di rapat anggota,” ucap dia.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pengelola untuk menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat. Dengan sistem pelaporan yang transparan, diharapkan program ini bisa menjadi model bagi pengembangan koperasi serupa di wilayah lain. Suasana di dalam koperasi tampak tertib, dengan rak-rak yang tersusun rapi dan beberapa pembeli yang silih berganti memilih kebutuhan sehari-hari.
Artikel Terkait
IHSG Berbalik Melemah ke Level 6.028 meski Sentimen Global Positif
IHSG Berbalik Melemah di Awal Perdagangan, Investor Wait and See Sentimen Geopolitik
Dolar AS Terus Melemah Setelah Data Inflasi Produsen Juni Tunjukkan Pendinginan
Kualitas Udara di Jabodetabek Memburuk, Kadar PM2,5 Tiga Kali Lipat dari Ambang Aman WHO