PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona hijau pada Kamis, 16 Juli 2026, di level 6.056,746, namun kemudian berbalik melemah. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG terkoreksi 13,251 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.028,720. Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.076 dan terendah di 6.024, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah sentimen global yang membaik.
Sentimen Global Dorong Penguatan Wall Street
Riset harian BNI Sekuritas mencatat, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Indeks S&P 500 naik 0,38 persen, Nasdaq Composite menguat 0,62 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen. Penguatan ini didorong oleh reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar setelah data terbaru menunjukkan tekanan inflasi AS terus mereda. Kondisi ini meningkatkan optimisme pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.
Bursa Asia Ikut Terangkat, Kospi Pimpin Kenaikan
Di sisi lain, bursa saham Asia juga menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. Inflasi AS yang secara tak terduga melambat meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, sehingga mendorong sentimen positif pada pasar saham dan obligasi global. Reli pasar dipimpin oleh indeks Kospi Korea Selatan yang melonjak 6,2 persen, dan Kosdaq yang melesat 5,8 persen. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang 225 naik 1,5 persen, dan Topix menguat 1,2 persen.
IHSG Kemarin: Naik Tipis, Asing Masih Net Sell
Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik tipis 0,04 persen. Namun, kenaikan tersebut masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp160 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain TLKM, BRMS, ASII, BBCA, dan ENRG.
Proyeksi dan Rekomendasi dari BNI Sekuritas
“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan karena sudah 2 hari ini kuat bertahan di support kuat 6.000. Diperkirakan support IHSG: 6.000-6.025 dan resist IHSG: 6.060-6.120,” ujar Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, dalam risetnya.
Dalam riset yang sama, Fanny juga menyebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pada hari ini, yaitu BBRI, BREN, AMMN, VKTR, DSSA, dan TPIA. Berikut rekomendasi trading-nya:
1. BBRI
Spec Buy dengan area beli di Rp2.810-Rp2.830, cutloss di bawah Rp2.800. Target dekat di Rp2.860-Rp2.900.
2. BREN
Spec Buy dengan area beli di Rp3.430, cutloss di bawah Rp3.380. Target dekat di Rp3.490-Rp3.520.
3. AMMN
Spec Buy dengan area beli di Rp3.730-Rp3.760, cutloss di bawah Rp3.720. Target dekat di Rp3.820-Rp3.920.
4. VKTR
Buy if Break Rp720, dengan target dekat di Rp745-Rp760. Cutloss di bawah Rp705.
5. DSSA
Spec Buy dengan area beli di Rp795-Rp800, cutloss di bawah Rp790. Target dekat di Rp810-Rp820.
6. TPIA
Buy on Weakness dengan area beli di Rp1.865-Rp1.910, cutloss di bawah Rp1.850. Target dekat di Rp1.925-Rp1.965.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 2.100 Meter di Atas Puncak
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menangis Saat Sidak Pabrik Kapur, Temukan Buruh Dibayar Rp600 Ribu Per Minggu dan BPJS Ditanggung Sendiri
Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 Juli 2026, Emas UBS 1 Gram Tembus Rp2,62 Juta
IHSG Berbalik Melemah di Awal Perdagangan, Investor Wait and See Sentimen Geopolitik